DUNIA

Krisis Qatar: Iran kirim lima pesawat bantuan pangan

Minggu, 11 Juni 2017 | 19:40 WIB

Iran telah mengirim lima pesawat kargo pemuh bermuatan bahan pangan ke Qatar, yang menderita kelangkaan pasokan akibat blokade kawasan.

Sejumlah negara, dipimpin Arab Saudi, seteru utama Iran, pekan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, yang mereka tuduh mendanai terorisme dan ekstremisme, yang dibantah Qatar.

Perbatasan daratan dengan Arab Saudi, jalur yang menjadi sumber 40% pasokan pangan Qatar, telah ditutup.

Negara-negara yang melakukan pengucilan Qatar, antara lain Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mengusir warga Qatar dari negara mereka.

Qatar tak membalas langkah pengusiran itu.

Negara-negara lain yang turut mengucilkan Qatar adalah Mesir, Yaman, Maladewa dan Lybia.

Seorang juru bicara maskapai menerbangan Iran Air, Shahrokh Noushabadi, mengatakan kepada kantor berita Agence France Presse (AFP), Minggu (11/6) : "Sejauh ini lima pesawat yang membawa bahan-bahanpangan yang mudah busuk, seperti buah dan sayuran telah dikirim ke Qatar. Masing-masing pesawat membawa sekitar 90 ton kargo, sementara sebuah pesawat lain akan dikirim hari ini."

Doha
Reuters
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed mengatakan bahwa Qatar dikucilkan 'karena kami sukses dan progresif.'

Tidak jelas apakah bahan-bahan makanan tersebut merupakan kiriman bantuan atau transaksi komersial.

Iran Air memposting sebuah cuitan rtentang dibongkarnya muatan pangan itu di bandara Shiraz.

Noushabadi mengatakan pengiriman akan berlanjut 'selama ada permintaan' dari Qatar.

AFP juga mengutip kantor berita Tasnim yang melaporkan bahwa tiga kapal yang mengangkut 350 ton bahan makanan juga akan diberangkatkan ke Qatar.

Iran juga telah membuka wilayah udaranya untuk penerbangan pesawat-pesawat Qatar, menyusul penutupan wilayah udara oleh Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Menurut para pengamat, hubungan positif Qatar dengan Iran, negara dengan penduduk mayoritas bermazhab Syiah -seteru utama Arab Saudi yang bermazhab Sunni, adalah yang adalah faktor utama sengketa ini, dan kiriman pangan dari Iran ini tidak mungkin berpengaruh positif pada upaya menurunkan ketegangan kawasan.

A Qatar Airways aircraft at Hamad International Airport in Doha, Qatar, June 7, 2017
Reuters
Saudi Arabia dan sejumlah negara menutup jalur penerbangan dari dan ke Qatar.

Sementara itu Qatar mengatakan tidak akan membalas langkah Arab Saudi, Bahrain dan UEA yang pekan lalu memerintahkan semua warga Qatar untuk meninggalkan negara-negara itu dalam waktu 14 hari.

Diperkirakan, sekitar 11.000 orang warga tiga negara itu berada di Qatar.

Sementara itu, Badan Regulasi Aktivitas Bantuan Qatar membantah tudingan bahwa ada lembaga bantuan Qatar yang terlibat membantu mendanai kaum militan. Mereka menyatakan, "sangat menyesalkan tudingan bahwa lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan Qatar mendukung terorisme."

Dalam perkembangan lain, Presiden badan sepakbola dunia, Fifa, Gianni Infantino, mengungkapkan keyakinan bahwa 'kawasan itu akan kembali pada situasi normal' dan krisis sekarang ini tak akan berpengaruh pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Data Qatar
BBC

TERPOPULER
TUTUP