DUNIA

Ditemukan, Makam Raja Herodes dan Keluarga

Dia dimakamkan di dalam suatu ruang bawah tanah suatu istana di atas bukit buatan manusia
Kamis, 20 November 2008
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Ehud Netzer dengan potongan sarkofagus yang diduga menyimpan jenazah Herodes

VIVAnews - Selama ini makam Herodes, raja Israel kuno yang terkenal kejam yang hidup pada masa lebih dari 2.000 tahun lampau, masih menjadi misteri. Namun misteri itu terungkap berkat penggalian bertahun-tahun yang dilakukan tim peneliti Israel.

Dugaan sementara, Raja Herodes dimakamkan di dalam suatu ruang bawah tanah suatu istana yang sudah lama runtuh. Dinding di ruang bawah tanah tersebut berhiaskan lukisan-lukisan gaya Romawi yang elegan.

Tim peneliti menemukan lukisan-lukisan itu beserta tanda-tanda mausoleum berlantai dua. Penemuan itu memperkuat keyakinan bahwa Herodes benar-benar dimakamkan di tempat tersebut. Ehud Netzer, yang memimpin tim peneliti dan penggali dari Universitas Hebrew di Yerusalem yang menemukan istana musim dingin Herodes di gurun pasir Yudea 2007, yakin akan lokasi sebenarnya raja tersebut.

"Apa yang telah kami temukan di sini merupakan kepingan-kepingan arsitektur. Itu memungkinkan kami untuk memugar sebuah monumen setinggi 25 meter, yang sangat elegan dan sesuai dengan selera dan status Herodes," kata Netzer dalam wawancara khusus dengan Associated Press, Rabu 19 November 2008. Wawancara tersebut berlangsung di lokasi penggalian yang terletak di sebuah bukit di sebelah selatan Yerusalem, di bagian Tepi Barat yang dikuasai Israel.

Selama ini tim peneliti kesulitan menentukan lokasi makam Herodes karena tidak ditemukan jasad manusia maupun prasasti. Kendati demikian, penggalian terus berlangsung.     

Herodes dikenal sebagai raja yang gemar mendirikan bangunan-bangunan megah, baik di pusat kota maupun luar kota Yerusalem kuno. Oleh karena itu, menurut Netzer, sejak timnya menemukan sebuah sarkofagus (peti) dengan hiasan ukiran 2007 lalu, ditemukan lagi dua makam monumental. Oleh karena itu kemungkinan mereka tengah menggali suatu ruang makam (mausoleum) keluarga raja.

"Suatu mausoleum seperti yang kita lihat pada umumnya dibangun oleh seorang raja, namun tidak harus untuk dia sendiri. Seringkali ruangan itu dibuat untuk anak-anaknya dan keluarganya, seperti mausoleum terkenal Kaisar Agustus dan Hadrian di Roma," kata Netzer. "Tidak mengherankan bila kita di sini menemukan lebih dari sarkofagus," dia menambahkan. 

Herodes dikenal sebagai raja boneka bagi Kekaisaran Romawi yang memerintah Tanah Suci Yerusalem dari tahun 37 Sebelum Masehi (SM). Dia memerintah selama lebih dari enam puluh tahun.

Raja tersebut dikenal memiliki cita rasa tinggi. Buktinya, menurut penelitian Netzer, Herodes membangun sebuah istana untuk ditempati selama musim dingin -  yang terletak di atas sebuah bukit buatan manusia setinggi 2.230 kaki bernama Herodium. Istana itu merupakan suatu tetirah yang sangat mewah, dilengkapi fasilitas pemandian, kolam renang, taman, akuaduk, dan teater berkapasitas 650 tempat duduk.  

Menurut hikayat Kristen, Herodes adalah raja haus darah. Dia langsung memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki setelah bertemu dengan tiga orang Majus, yang, setelah mendengar arahan malaikat, tengah membawa persembahan kepada seorang bayi yang diyakini menjadi raja orang Yahudi. Bayi yang dimaksud adalah Yesus Kristus. Hikayat itu sampai kini masih menjadi perdebatan para peneliti sejarah

Setelah Herodes wafat pada abad terakhir SM, Herodium dikuasai dan dijadikan benteng oleh para pemberontak Yahudi melawan penguasa Romawi. Benteng tersebut akhirnya hancur lebur oleh tentara Romawi tahun 71 masehi, atau setahun setelah mereka menghancurkan Kuil Kedua di Yerusalem.    

Para pemberontak Yahudi sangat benci kepada Herodes karena merupakan boneka Romawi. Maka, Netzer dan timnya yakin bahwa sarkofagus yang mereka temukan dalam keadaan hancur karena pemberontak mengira bahwa itu adalah peti mati Herodes.  

"Saat ditemukan, sarkofagus pertama sudah dalam keadaan hancur berantakan. Tampaknya peti itu sudah berpindah dari tempat asli dan dihancurkan dengan penuh amarah," kata Roi Porat, seorang asisten Netzer. "Maka, diantara benda-benda lain, benda itu adalah sarkofagus Herodes," Porat menambahkan. (AP)  
 

TERPOPULER
File Not Found