DUNIA

Hubungan Budaya

Tarian Indonesia dan Myanmar punya Kemiripan

Kisah epik Ramayana dan tarian rakyat ditampilkan dengan apik oleh 10 penari Myanmar

ddd
Selasa, 15 Desember 2009, 15:49
Tari Tradisional Myanmar
Tari Tradisional Myanmar (Vivanews/ Anda Nurlaila)

VIVAnews - Menyaksikan rangkaian tarian asal Myanmar (Burma) sekilas mengingatkan penonton akan seni tari Indonesia. Tiga belas tarian itu ditampilkan dalam pagelaran kesenian negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang ditampilkan di Jakarta, Senin 14 Desember 2009,

Sebagian besar tema tari-tarian dari Myanmar itu erat dengan kepercayaan dan mitos, yang juga menjadi ciri khas seni tari Indonesia.

Kehidupan dalam istana kerajaan juga diangkat dalam beberapa tari. Kisah epik Ramayana dan tarian rakyat dipertontonkan secara gemulai oleh sepuluh penari asal Myanmar.

Bagian pertama tarian banyak terinsipirasi dari kehidupan istana dan dan kepercayaan masyarakat Myanmar. Penari tunggal dengan kisah putri raja mengawali pagelaran kesenian di Gedung Kesenian Jakarta.

Kepercayaan masyarakat Myanmar tergambar dalam tarian penyambutan serta tarian Bagan yang terukir diatas pagoda tempat ibadah masyarakat dengan mayoritas agama Budha. Tarian mahkota, tarian Byaw-sejenis gendang menampilkan tarian gembira yang biasa ditampilkan di hadapan raja-raja dan petinggi istana.

Di bagian lain, tarian rakyat dan epik  hadir dengan suasana yang lebih hangat dan ceria. Dua penari berpakaian merah dengan kekuatan supernatural seperti kemampuan terbang, mengubah  benda-benda, menjelajahi daratan dan samudera menghipnotis penonton dalam kisah tarian alkemis.

Tarian tiga era Myanmar yaitu periode Innwa, Konbaung, dan Yadanabon menampilkan perubahan gerakan hingga dandanan para penari dari tiga periode kekuasaan. Drama Ramayana dengan kisah perseteruan Rama dan Rahwana (Dasagiri) yang memperdaya Sinta.

Dikisahkan, Rahwana menjebak Sinta dengan rupa seorang pertapa sehingga Sinta lepas dari perlindungan Laksmana yang mencari Rama. Rama sendiri berusaha memenuhi keinginan Sinta dengan menangkap sang rusa emas.

Bagan Period Dance, tarian khas Myanmar

Bagan Period Dance, tarian khas Myanmar (Antara/ Fanny Octavianus)

Pertunjukan selama dua jam itu lebih dihiasi dengan pakaian warna-warni, merah muda, merah, biru, kuning, emas, hijau, dan putih dan perak. Hiasan bertatah warna emas dan permata melengkapi busana tradisional yang dimodifikasi komtemporer. Sementara musik yang mengiringi tarian berasal dari lagu tradisional Myanmar dan lagu-lagu tradisional rakyat.

Penampilan sepuluh penari Myanmar ditutup dengan dua tarian rakyat.  Empat pemuda dan sekelompok gadis-gadis menari dengan kegembiraan menggambarkan keceriaan, ketenangan dan kesejahteraan hidup warga Myanmar.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
diana
07/02/2010
saya kesulitan dalam menemukan tema yg berbau kontemporer meski banyak yg sdh di jdkan referensi??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com