DUNIA

Pangeran William Tidur di Pinggir Jalan

Putra Pangeran Charles itu merasakan susahnya menjadi gelandangan di London
Rabu, 23 Desember 2009
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Pangeran William (tengah) saat bersiap tidur di pinggir jalan Kota London

VIVAnews - Selama musim dingin di Inggris, kalangan bangsawan seperti Pangeran William biasa duduk nyaman di dalam istana yang megah atau berlibur ke negeri tropis. Namun, cucu Ratu Elizabeth II itu rupanya ingin merasakan susahnya menjadi gelandangan yang terpaksa tidur di pinggir jalan di tengah udara yang sangat dingin.

Selama semalam, William benar-benar tidur di pinggir jalan bersama para tuna wisma di dekat Jembatan Blackfriars, London. Kejadian itu sudah berlangsung seminggu yang lalu, Selasa 15 Desember 2009. Namun, kabar itu baru boleh dipublikasikan ke kalangan media massa, Selasa 22 Desember 2009.

Dalam acara tidur bersama para gelandangan, William didampingi oleh Seyi Obakin, yang merupakan ketua yayasan tuna wisma Centrepoint. Kebetulan, William merupakan pelindung yayasan itu sejak 2005.

Putra sulung Pangeran Charles berusia 27 itu mengaku merasa sedih setelah merasakan tidur di pinggir jalan. "Setelah menjalaninya selama semalam, saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya tidur di pinggir jalan Kota London setiap malam," kata William, Selasa 22 Desember 2009.

"Kemiskinan, gangguan mental, dan ketergantungan minuman beralkohol serta memiliki keluarga yang selalu ribut menyebabkan mereka menjadi tuna wisma dan tetap demikian," lanjut William.

Pewaris tahta nomor dua kerajaan Inggris itu berharap, dengan merasakan tidur di pinggir jalan, dia bisa memberikan peran yang lebih besar lagi untuk membantu kaum yang rentan di pinggir jalan.

Saat remaja, William pun pernah diajak oleh mendiang ibunya, Putri Diana, mengunjungi suatu tempat pengungsian pada 1996. Bersama adiknya, Pangeran Harry, dia menyempatkan diri berada di sana selama satu jam.

Kebetulan, Putri Diana juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan amal dan menaruh perhatian besar bagi kalangan tuna wisma. Sebelum wafat pada 1997, Diana pun juga menjadi pelindung bagi Yayasan Centrepoint.

Maka, William mewarisi apa yang telah dipelopori oleh ibunya. Seperti kaum kebanyakan, William bergabung dengan para tuna wisma dengan mengenakan celana jeans, kaus biasa, dan sweater serta topi kupluk        

Sementara itu, Obakin mengungkapkan bahwa William sudah menyatakan niatnya untuk tidur bersama tuna wisma sejak Maret lalu. "Dia punya keinginan kuat untuk memahami berbagai masalah kaum muda yang menjadi tuna wisma," kata Obakin.

"Bagi saya, [tidur di pinggir jalan] itu adalah pengalaman yang mendebarkan. Di luar sana, cuaca dingin sangat menyengat dengan suhu hingga minus 4 derajat celcius. Pangeran William pun merasakan situasi yang sama," kata Obakin.

Mereka berdua harus mencari tempat senyaman mungkin untuk tidur, yaitu berada di balik sejumlah bak sampah. Mereka tidur selonjor dengan hanya dilapisi kantung tidur.

Pangeran William dan Kate Middleton

Pangeran William bersama pacarnya, Kate Middleton. (AP Photo)

"Namun, tidak ada pelindung dari serangan udara dingin. Lantainya pun bukan dari beton. Belum lagi risiko diganggu para pengedar narkoba, mucikari, atau mereka yang mencoba memberi 'hiburan' bagi tuna wisma," kata Obakin.   

Setelah merasakan jadi tuna wisma selama semalam, William kini menjalani latihan sebagai pilot helikopter penyelamat (SAR) milik Angkatan Udara Inggris. (AP)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found