DUNIA

'Hantu' Hitler Picu Kekerasan Rasial di Rusia

Di Rusia, buku semi autobiografi Hitler, 'Mein Kampf' atau 'Perjuanganku' dilarang edar.

ddd
Sabtu, 27 Maret 2010, 14:11
Adolf Hitler
Adolf Hitler (AP Photo)

VIVAnews - Diktator Jerman, Adolf Hitler telah lama meninggal. Namun, ajarannya yang rasis masih menghantui.

Di Rusia, buku semi autobiografi Hitler, 'Mein Kampf' atau 'Perjuanganku' dilarang edar. Sebab, buku terbitan 1925 itu berisi supremasi ras tertentu yang mendorong ekstrimisme dan perilaku kekerasan.

Tak hanya berisi nilai-nilai anti-Yahudi dan anti-Rusia, 'Mein Kampf' diyakini jadi pegangan wajib bagi kelompok kanan garis keras Rusia.

Seperti dimuat laman Telegraph, Jumat 26 Maret 2010, Rusia meyakini ajaran dalam buku Hitler berada di balik aksi penyerangan kelompok ekstrimis ke para pekerja migran dari Asia dan Kaukasus -- daerah di Eropa Timur dan Asia Barat di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Para pelajar dari Afrika dan Asia yang sedang menuntut ilmu di Rusia, yang wajahnya tak mirip ras Slavia, juga jadi target kekerasan.

Menurut Sova, LSM Rusia yang menginvestigasi aksi kekerasan rasial, setidaknya 60 tewas dan 306 lainnya terluka dalam serangan rasial tahun lalu.

Pelarangan 'Mein Kampf' dianggap satu langkah untuk mengurangi aksi kekerasan.

Pelarangan dilakukan setelah kantor jaksa regional di Rusia sedang mencari cara memerangi aksi terorisme. Saat itu, mereka menemukan 'Mein Kampf' didistribusikan ke wilayah Ulfa.

Dua fakta itu lantas dihubungkan. Hasilnya, ajaran 'Mein Kampf' diduga memicu rasisme yang berujung kekerasan.

'Mein Kampft' ditulis Hitler di dalam penjara di Bavaria setelah gagal melakukan pemberontakan tahun 1926. Penulisan buku itu dibantu ajudannya, Rudolf Hess.

Buku ini ditulis dengan penuh kebencian ini menggambarkan pandangannya atas Jerman di masa depan. Ia juga menggambarkan rencana masa depannya untuk bangsa Yahudi.

Saat ia naik ke puncak kekuasaan, pada 1933, ia mewujudkan beberapa isi buku itu yang berujung pada holocaust -- pemusnahan masal bangsa Yahudi.

Buku ini tersedia bebas di kantor-kantor sipil selama masa pemerintahan Nazi di Jerman dan bahkan menjadi 'kitab suci' bagi para pengikut Nazi.

"Mein Kampf" sudah dilarang di Jerman sejak Perang Dunia Kedua. Di negara asal Hitler, adalah ilegal untuk mendistribusikan 'Mein Kampf' kecuali dalam keadaan khusus, seperti untuk penelitian akademis.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ayu dewe
06/05/2010
saya setuju dengan bang robert. Bukan hak kita untuk menghakimi orang lain, apalagi suatu bangsa. Kok berani-beraninya ngrebut hak Tuhan untuk menghakimi
Balas   • Laporkan
mafia
27/04/2010
bener euy bangor....yahudi mah emang bangsa pefitnah dan paling kejam didunia melebihi katanya hitler... doakan saja bangsa palestina biar mampu melawan kebiadaban orang orang yahudi keparat itu.... biar cepat selesai dunia, kl dunia tanpa yahudi mungkin
Balas   • Laporkan
mafia
27/04/2010
betul sekali saya juga mendukung sangat amat pemusnahan bangsa yahudi, soalnya yahudilah penyebab kesengsaraan rakyat palestina dan dunia saat ini dan seterusnya, mereka didukung oleh AS menumpas orang orang islam... yahudilah bangsa perusak dunia, sudah
Balas   • Laporkan
BANGOR
27/04/2010
eh robert,...elu yahudi ya,kenapa lu yg marah..biarin aja joko komentar.balikin tuh duit century....dasar yahudi.gak papa kalo yahudi mah di holocaust...di kitab taurat yahudi sendiri udah tertulis.kalo mereka bakal di musnahkan..baca dong taurat ente,jan
Balas   • Laporkan
DJ Oko
08/04/2010
Sepakat sama Robet. Hidup matinya manusia aja Tuhan yang nentuin, eh, lha manusia ini mo musnahin bangsa yang isinya jutaan manusia. sakit jiwamu Djok!!
Balas   • Laporkan
oktavianto
08/04/2010
harusnya bangsa yahudi yang pernah melewati masa sulit dan ditindas lebih menghargai hidup dan arti kemerdekaan suatu bangsa.. tapi nyatanya apa? palestina di jajah dan ditindas tanpa peri kemanusiaan...sudah jadi tabiat bangsa yang dikutuk.. tak pernah b
Balas   • Laporkan
oktavianto
08/04/2010
harusnya bangsa yahudi yang pernah melewati masa sulit dan ditindas lebih menghargai hidup dan arti kemerdekaan suatu bangsa.. tapi nyatanya apa? palestina di jajah dan ditindas tanpa peri kemanusiaan...sudah jadi tabiat bangsa yang dikutuk.. tak pernah b
Balas   • Laporkan
aloise
30/03/2010
sepertinya rasis sekali kalau kita sangat setuju dengan holocaust,kalaupun hal tu akan terjadi biarkan saja terjadi.......... toh itu memng kehendak yang maha kuasa....... kita sebgai manusia gak usahlah terlalu seperti itu.......... kita diciptakan bukan
Balas   • Laporkan
wong e dan
29/03/2010
mas Djoko, kalo sikap anda begitu, anda sama dengan NAZI dong...... Biarlah yang maha kuasa yang menjadi Hakim kita nanti, bukannya kita sebagai ciptaanNYA saling menghakimi....
Balas   • Laporkan
Mans
29/03/2010
Aku setuju banget ama djoko pratomo karena bangsa tsb sebetulnya yg ingin memusnahkan bangsa bangsa salah satunya palestina, nenek, kakek, bayi mereka bantai, pengungsi di sabra dan satila pun mereka bantai untuk sdr. robet bayangkan juga kalau anda dilah
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id