DUNIA

Vatikan Tanggapi Skandal Seks Rohaniwan

Para pemuka agama Katolik di sejumlah negara Eropa menyerukan transparansi

ddd
Kamis, 1 April 2010, 09:59
Pemimpin Gereja Katolik Roma (Vatikan), Paus Benediktus XVI
Pemimpin Gereja Katolik Roma (Vatikan), Paus Benediktus XVI (AP Photo)

VIVAnews - Pemimpin umat Katolik Roma se-Dunia, Paus Benediktus XVI, melihat bahwa skandal seks yang melibatkan para rohaniwan sebagai "cobaan bagi dirinya dan bagi gereja." Demikian ungkap juru bicara Vatikan, Rabu 31 Maret 2010.
 
Menyambut Pekan Suci - yang ditandai dengan peringatan Jumat Agung dan Hari Paskah di akhir pekan ini - Paus Benediktus mengajak kaum rohaniwan dan umat untuk menyatakan rasa "rendah diri dan sesal di hadapan Tuhan" seperti yang dia tengah jalani. Demikian menurut Federico Lombardi, juru bicara Vatikan.

Ditanya wartawan bagaimana Paus Benediktus menanggapi skandal pelecehan seksual yang melibatkan kalangan rohaniwan Katolik, Lombardi menjawab,"Paus adalah orang beriman. Beliau melihat ini sebagai suatu cobaan bagi dirinya dan gereja."

Selain di Vatikan, dalam menyambut Pekan Suci ini, para pemuka agama Katolik di sejumlah negara Eropa menyerukan transparansi dalam mengantisipasi laporan pelecehan seksual anak-anak yang melibatkan para rohaniwan.

Para uskup di Swiss, misalnya, menyarankan agar mereka yang menjadi korban untuk mengajukan gugatan hukum. Di Jerman, uskup di sana membuka layanan pengaduan lewat telepon (hotline) bagi para korban.

Para uskup Denmark pun melancarkan penyelidikan atas klaim pelecehan seksual yang melibatkan rohaniwan, yang sudah ada selama berpuluh-puluh tahun. Di Austria, Uskup Agung Kardinal Christophe Schoenborn, menyatakan bahwa pihak gereja juga harus mengemban tanggungjawab karena kurang serius dalam menanggapi laporan-laporan pelecehan. Dia melontarkan pernyataan itu saat memimpin misa bagi para korban pelecehan seksual.

"Terima kasih karena kalian tidak lagi tinggal diam," kata Schoenborn kepada para korban. "Sudah banyak yang terungkap, namun masih banyak yang harus dilakukan," lanjut Schoenborn.

Satu pekan sebelumnya, Paus Benediktus mencela para uskup di Irlandia karena seolah-olah tidak serius dalam menanggapi sejumlah kasus perkosaan anak-anak yang melibatkan kaum rohaniwan.

Kini, para uskup di Eropa bertekad untuk bertindak lebih terbuka dan kooperatif dengan kepolisian setempat, seperti yang telah dilakukan di Amerika Serikat (AS) ketika menyelidiki skandal pelecehan yang melibatkan uskup di Negeri Paman Sam itu pada 2002.  

Apalagi, saat ini publik mulai marah atas munculnya sejumlah klaim pelecehan seksual di Eropa dan kasusnya terkesan ditutup-tutupi oleh kalangan rohaniwan bahkan juga Vatikan.

Pelecehan yang melibatkan rohaniwan di Irlandia, contohnya, sudah ada selama bertahun-tahun. Namun isu seperti itu baru mendapat sorotan di Eropa daratan pada awal tahun ini. Awalnya muncul laporan pelecehan yang dialami murid suatu sekolah yang dikelola gereja di Jerman, yang merupakan negara kelahiran Paus Benediktus.

Sejak saat itu, ratusan orang mengungkapkan klaim pelecehan, yang terjadi bertahun-tahun, di Austria, Swiss, Belanda, dan negara-negara lain di Eropa. (Associated Press)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
maria
23/04/2010
memangnya kehidupan itu selalu bergantung pada seks terus ya ( yang notabene aktivitas sesudah menikah ) hidup itu bukan cuma bergantung soal seks..... nafsu itu diciptakan lahiriah dari Tuhan..... tapi kehidupan tanpa menikah dan pastinya tidak melakukan
Balas   • Laporkan
ronald
22/04/2010
didalam kitab gak disebutkan rohaniawan gak boleh kawin, gw rasa jg paus gak hapal semua isi kitab atau dia bisa baca isi aslinya dalam bahasa ibrani/yahudi, semua diterjemahkan ke versi bahasa masing2, KALO ROHANIAWAN juga manusia biasa maka menikahlah s
Balas   • Laporkan
ronald
22/04/2010
didalam kitab gak disebutkan rohaniawan gak boleh kawin, gw rasa jg paus gak hapal semua isi kitab atau dia bisa baca isi aslinya dalam bahasa ibrani/yahudi, semua diterjemahkan ke versi bahasa masing2, KALO ROHANIAWAN juga manusia biasa maka menikahlah s
Balas   • Laporkan
Kendis
13/04/2010
Gak semua rohaniwan melakukan hal tsb diatas. tetapi kalaupun itu terjadi itulah yg disebut "jatuh" dlm pencobaan seksualitas. gak usah menghakimi oranglain, tetapi ujilah diri kita masing" apakah hidup kita lebih baik dari mereka yg "jatuh" tsb.
Balas   • Laporkan
alisya
13/04/2010
benar sekali.. bahkan nikah hukumnya sunnah (dianjurkan) dalam ajara Islam....
Balas   • Laporkan
yuan
13/04/2010
harusnya bisa lebih terbuka, kalau memang para uskup pingin nikah ya harusnya bisa lebih terbuka, jadi gak usah dilarang..... dinikahin aja sekalian
Balas   • Laporkan
Kartika
13/04/2010
Mungkin perlu ditinjau kembali adanya aturan dilarang menikah bagi para pastur, selain menentang hukum alam pasti berakibat psikologi yang akan mendatangkan akibat seperti sekarang terjadi. Kalau alasan karena takut KKN atau terkendala masalah rumah tangg
Balas   • Laporkan
Joe Joe
12/04/2010
Tukan kalau nyalahi ciptaan Tuhan.... Dah tau di dunia diciptakan laki & perempuan kenapa juga buat aturan gak pakai nikah mang nafsu bisa ditahan2 .... tu kan akibatnya merugikan banyak orang .... mang bisa puas cuma dg dikeluarin sendiri. Tunjukkan kete
Balas   • Laporkan
eka
12/04/2010
Hari gini msh gituan "APA KATA DUNIA"MAKANYA NIKAH BRO"
Balas   • Laporkan
rianggembira
12/04/2010
salah satu ajarannya kan boleh saja menyetubuhi sesama anggota keluarga... terus paus itu wakil tuhan, siapa yang mau menyalahkan.... enggak bisa dong maen tangkap gitu, ijin tuhan dulu...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id