DUNIA

Penumpasan Berdarah di Lapangan Tiananmen

Ratusan warga di China tewas oleh tembakan tentara yang memberantas aksi demonstrasi
Jum'at, 4 Juni 2010
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Prajurit berdiri di Lapangan Tiananmen di tengah badai pasir

VIVAnews - Pada 21 tahun yang lalu, ratusan warga sipil di China tewas oleh tembakan tentara dalam suatu operasi pemberantasan berdarah atas aksi demonstrasi pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Laman stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa konvoi tank pasukan China melaju ke jantung Ibukota Beijing di malam hari tanggal 3 Juni 1989. Selain itu, dari berbagai arah, pasukan pemerintah bergerak ke Tiananmen sambil menembaki para demonstran yang tak bersenjata.

Selama tujuh pekan, para pemrotes, yang sebagian besar adalah mahasiswa, menduduki Tiananmen. Mereka menolak bubar sebelum tuntutan terpenuhi, yaitu meminta pemerintah melakukan reformasi demokratik di China.

Aksi protes dimulai saat para mahasiswa menggelar acara perkabungan atas mantan pemimpin Partai Komunis, Hu Yaobang, yang wafat seminggu sebelumnya.

Kian hari, jumlah massa pemrotes terus bertambah. Mereka pun lantas mengungkapkan kemarahan atas wabah korupsi di tubuh birokrasi sekaligus menuntut reformasi dan demokratisasi.

Bagi pemerintah China, aksi mereka itu dianggap sebagai "kerusuhan sosial" sehingga harus ditindak tegas. Maka, pemerintah, mengerahkan tentara untuk membubarkan konsentrasi massa sekaligus menangkapi para aktivis dan mahasiswa yang berperan menyelenggarakkan demonstrasi.

Namun pemberantasan itu berjalan brutal sehingga menimbulkan banyak korban tewas. Sebagian masyarakat internasional, terutama dari negara-negara Barat, mengecam tindakan pemerintah China itu.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found