DUNIA

Video Taliban Latih Monyet Menembak, Fakta?

People Daily mengklaim AS pernah melatih tentara monyet dan mengirimnya ke Vietnam.

ddd
Rabu, 28 Juli 2010, 07:11
Tentara monyet yang dipersenjatai
Tentara monyet yang dipersenjatai (News.com.au)

 VIVAnews - Sebuah berita menghebohkan ditulis laman berita China, People Daily dua minggu lalu -- bahwa Taliban melatih monyet untuk menembak tentara Amerika Serikat.

Dilengkapi dengan senjata Kalashnikov, senjata mesin Bren, dan mortir, para monyet diajarkan mengenali dan menembakkan senjata ke sasaran manusia yang mengenakan seragam militer AS.

"Sumber anggota senior militer AS telah dikonfirmasi soal eksistensi tentara monyet Taliban, ahli militer menyebut monyet bersenjata sebagai 'teroris monyet'," demikian dimuat People Daily.

People Daily mengklaim AS pernah melakukan hal yang sama di tahun 1960-an.

"Antara tahun 1960-an dan 1970-an, Central Intelligence Agency (CIA) melatih 'tentara monyet ' bersenjata untuk dikirim dalam Perang Vietnam."

Soal keberadaan tentara monyet, itu  tidak ada dalam salah satu dari 90.000 dokumen perang Afganistan yang bocor melalui situs WikiLeak.

Benarkan Taliban melatih para monyet menggunakan senjata?

Seperti dimuat laman LiveScience, ilmuwan yang menghabiskan kariernya memeliti kehidupan sosial primata non-manusia, menyangsikan hal itu.

"Monyet bisa dilatih untuk mematikan lampu, membuka kran air, dan sebagainya -- tapi pada akhirnya mereka merusaknya," kata William Mason, psikolog dan profesor emiretus di Universitas California, Davis.

"Jika kita bicara soal binatang yang pergi ke medan tempur atau benteng, membawa senapan AK-47 atau senjata lainnya, itu terlihat sangat tidak masuk akal."

Manusia telah menggunakan berbagai macam binatang dalam peperangan sebelumnya, misalnya sebagai pembawa pasilan logistik, melakukan patroli laut, atau pelacak bom. Namun, apa yang pernah dilakukan sebelumnya sangat jauh dari ide mengubah primata menjadi tentara mini -- yang bisa menggunakan senjata dan bisa memutuskan ke mana mengarahkan senjata itu.

"Yang paling masuk akal, mengikatkan peledak untuk di tubuh  hewan dan mengirimkannya," kata Mason.

Sementara, seperti dimuat laman News.com.au, banyak media menuding bahwa foto monyet memegang senjata adalah rekayasa melalui Photoshop, dan bahwa monyet itu memegang senjata mainan.

Stripes.com menemukan bahwa foto asli babon menghunus senjata -- diedit sedemikian rupa. Padahal aslinya, ada gabus oranye dan tali di larasnya senapan yang dipegang monyet.

Gambar itu  digunakan oleh seorang perwira militer AS untuk tampilan Power Point lucu selama pelatihan prajurit.

Namun, ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Kedutaan China menegaskan pemerintahnya menerapkan aturan tegas pada medianya.

"Pemerintah China secara tegas mengatur bahwa organisasi media China harus melaporkan secara jujur, objektif dan adil dengan mentaati kode etik profesi," kata Wang Baodong.  (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
setrocampoo
10/06/2012
ide briliant tp masa monyet dikategorikan "terorist", padahal orang USA mengakui kalo mereka keturunan monyet seperti halnya Charles Darwin
Balas   • Laporkan
purba.surya
08/06/2012
Memang bukan cuma Manusia aja yang dapat diajari menjadi seorang tentara.Sungguh luar biasa
Balas   • Laporkan
sarburiyono
28/09/2010
aya aya wae..
Balas   • Laporkan
ani
02/08/2010
wah nggak masuk akal. moyet ya moyet... kok jd tentara
Balas   • Laporkan
tj
02/08/2010
maksyaallah manusia kok yg dipikirkan membunuh n membunuh......
Balas   • Laporkan
INDRA
02/08/2010
wahhhhhh. . . . . . . . .hebatnya
Balas   • Laporkan
Soendoro Soetanto
01/08/2010
Susah dipercaya... LOL Soendoro Soetanto
Balas   • Laporkan
Jhon
01/08/2010
kera cocok buat melawan kera. wkwkwkwkwkwkwkw/..
Balas   • Laporkan
kritikus
28/07/2010
mana mau ntuh nenek moyang disuruh nembakin keturunannya... xD
Balas   • Laporkan
aqiel
28/07/2010
rupanya duo edwin anti produk china padahal mereka chinais
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id