DUNIA

Hawa Panas 'Memanggang' Jepang, 66 Tewas

Lebih dari setengah korban tewas saat berada di dalam ruangan. Kebanyakan lansia.

ddd
Rabu, 28 Juli 2010, 20:13
Suhu bumi semakin panas
Suhu bumi semakin panas (dok. Corbis)

VIVAnews - Hawa panas di Jepang dalam dua bulan terakhir telah menelan korban jiwa sebanyak 66 orang dan membuat 15 ribu orang harus dirawat di rumah sakit -- mereka terserang  penyakit karena suhu udara yang terlalu tinggi.

Wilayah Jepang terpanggang sejak musim hujan berakhir awal bulan ini. Menurut badan meteorologi Jepang, seperti dikutip dari laman Straits Times, suhu udara melonjak mencapai 35 derajat Celcius.

Pada Minggu lalu, sebanyak 9.436 orang dilarikan ke rumah sakit dan 57 di antaranya dinyatakan tewas karena penyakit yang berkaitan dengan panas ekstrim.

Menurut data yang dikumpulkan harian Yomiuri Shimbun, lebih dari setengah korban yang menyerah pada suhu tinggi ini tewas saat berada di dalam ruangan, dan sebagian besar dari mereka berusia minimal 65 tahun.

Temperatur tertinggi hari Minggu lalu mencapai 38,1 derajat Celcius di Tajimi, Perfektur Gifu, yang berlokasi di pusat wilayah Jepang, antara Kyoto dan Tokyo.

Saat itu, serangan panas menelam enam korban jiwa di Perfektur Saitama, Chiba, Hyogo, dan Nara, semua berada di tengah pulau Honshu.

Lima dari enam korban tewas sedang berada di dalam ruangan saat terserang gejala kejang-kejang dan semacamnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sintachoho
14/01/2011
waduhh , tukang es laku keras tuh :P
Balas   • Laporkan
hanafi_genteng
18/12/2010
aduh....gimana nasib indonesia ya......klo suhunya naik drastis kayak gitu.
Balas   • Laporkan
udin
14/08/2010
wah hal-hal semacam ini, harus jadi pelajaran bagi kita.. bahwa manusia itu sungguh tidak berdaya apa2 di mata sang kholik.. renungan untuk kita bahwa kiamat itu benar2 ada dan sudah dekat...!
Balas   • Laporkan
abigail
13/08/2010
@ayu: jangan meremehkan. orang kena musibah kok malah bergurau. sebaiknya belajar lebih banyak mengenai perubahan iklim.
Balas   • Laporkan
john
12/08/2010
jadi ingat cerita kitab suci, banyak bangsa yg dimusnahkan karena banjir, gempa, hawa panas, hawa dingin. perlu direnungkan.....................................
Balas   • Laporkan
ahmed
11/08/2010
Tuhan memberikan kehidupan dan slalu menjaganya dalam keseimbangan demi kelangsungan sgala sesuatu yg telah diciptakanNya.. Bumi ini makin rapuh oleh manusia..tapi Bumi tdk akan diam..karna smua unsur di Bumi saling berkesinambungan dan se-olah2 Bumi hidu
Balas   • Laporkan
Andra
06/08/2010
Semoga kita semakin sadar akan pentingnya hutan.
Balas   • Laporkan
envi
02/08/2010
semoga dengan semakin banyaknya wilayah di bumi ini yang terkena hawa panas seperti ini, membuat kita semua untuk lebih peduli dan menjaga lingkungan alam sekitar kita tanpa harus melanjutkan segala aktivitas kita yang dapat merusaknya....
Balas   • Laporkan
ayu aje
29/07/2010
kalo gw sih traveling ke alaska...susah amat lu....pada....norak deh....
Balas   • Laporkan
siibuibu | 11/08/2010 | Laporkan
hahaa...siapa juga yang mau kena hawa panas?? coba lo yang jadi victimnya..
icker
28/07/2010
waduwh. . .ngeri, blm lg badai matahari tar. . .gmn jadinya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id