DUNIA

Foto Korban Mutilasi Hidung Taliban di TIME

Butuh waktu lama, energi besar bagi TIME untuk memutuskan memuat foto Aisha dalam sampul.

ddd
Selasa, 3 Agustus 2010, 11:26
Cover Majalah TIME yang menampilkan korban mutilasi Taliban
Cover Majalah TIME yang menampilkan korban mutilasi Taliban (TIME| Daily Mail)

VIVAnews - Majalah terkemuka TIME, yang akan terbit 9 Agustus 2010, memuat foto yang mengerikan. Gambar tragis seorang perempuan muda Afghanistan berusia 18 tahun, Aisha.

Dengan kulitnya yang terang, juga rambut panjangnya yang panjang, hitam, dan bergelombang, Aisha akan terlihat menonjol, meski berada di tengah keramaian.

Itu dulu. Aisha kini memang masih mampu jadi pusat perhatian, tapi dengan alasan berbeda. Karena kini dia mengerikan. 

Aisha adalah korban kebiadaban Taliban, hidung dan telinganya dimutilasi, dipotong oleh suaminya sendiri. Demikian dimuat situs Daily Mail, Selasa 3 Agustus 2010.

Kisah tragis itu terjadi sebelum tengah malam. Militer Taliban menggedor pintu dan memerintahkan hukuman atas diri Aisha karena dia melarikan diri dari rumah suaminya.

Aisha memohon ampun dan menjelaskan bahwa suaminya memperlakukannya seperti budak. Ia hanya punya dua pilihan, bertahan dan mati, atau melarikan diri. Aisha memilih opsi kedua.

Namun, penjelasan itu tak digubris komandan Taliban setempat. Lalu, adegan mengerikan terjadi. Kakak iparnya memeganginya, lalu suaminya sendiri mengeluarkan pisau.

Pertama, dua telinga Aisha dipotong. Lalu pria itu dengan tega memotong hidung istrinya sendiri, Aisha.

"Ini bukan kejadian 10 tahun lalu. Kisah tragis ini baru terjadi tahun lalu," demikian dimuat dalam situs TIME, 29 Juli 2010.

Aisha kini berada di sebuah lokasi persembunyian rahasia di Kabul. Dia menentang keras pemerintah Afghanistan yang mempertimbangkan mengakomodasi Taliban dalam politik.

"Mereka yang melakukan kekejaman ini, aku korbannya. Bagaimana bisa ada rekonsiliasi dengan Taliban," kata Aisha, sambil memegang wajahnya.

Aisha bersedia dipotret untuk menunjukkan pada dunia apa yang dilakukan Taliban pada warga Afghanistan, dan terutama kaum perempuan.

Redaktur Pelaksana TIME, Richard Stengel menjelaskan alasan mengapa pihaknya memuat sampul kontroversial itu.

Kata dia, butuh waktu panjang dan energi besar untuk memutuskan memuat foto Aisha. Salah satunya, adalah memastikan keselamatan perempuan malang itu. Aisha adalah simbol harga mahal yang dibayar perempuan Afghanistan atas ideologi represif Taliban.

Juga memikirkan efeknya jika sampul ini dilihat anak kecil. "Kami telah berkonsultasi dengan beberapa psikolog anak terkait potensi buruk jika gambar ini dilihat anak kecil."

Beberapa psikolog mengatakan ini bagian dari gambaran kekerasan di media. "Namun, Dr Michael Rich, Direktur Pusat Media dan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Anak Boston, mengatakan gambar ini adalah simbol kejadian tragis yang bisa terjadi pada setiap orang."

"Kami meminta maaf pada pembaca yang keberatan dengan pemuatan gambar ini. Kami mengundang komentar pembaca soal dampak foto ini."

"Namun, sekali lagi, hal buruk bisa terjadi pada setiap orang, ini adalah tugas kami [jurnalis] untuk menguak dan menjelaskannya pada publik," tambah Stengel. (umi)

 

Baca juga: 

'Tsunami Matahari' Mengarah ke Bumi Hari Ini

10 Wanita Cantik Ini Pernah Alami Depresi

Siapa Lebih Jago, Mandiri, BRI atau BCA?

Lihat Video si Manusia Berlidah Panjang

Segala Jenis Mobil dan Motor yang Perlu Anda Tahu

Gaya Hidup yang Sedang Trend Anda di Sini

 

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
matke
03/03/2011
Ah... Itu cuma propaganda AS untuk mencari dukungan karena mereka sudah kalah di Afghanistan. Mereka mengulangi kegagalan tentara Soviet. Jelas sekali dari judulnya "What Happens If We Leave Afghanistan".
Balas   • Laporkan
mantap
12/10/2010
@yudhi. kan taliban emang dari dulu tukang jagal. dikit2x gantung, lempar batu, pancung, dll. so kenyataan berbicara dengan sendirinya. taliban go to hell.
Balas   • Laporkan
Ratubagus Sertang
19/08/2010
seperti itulah orang yg menganggap istrinya sebagai sebuah benda milik pribadi, kalau ja orang itu nganggap istriny sbg titipan Allah SWT, pasti ngga ky gini, ini emang salah satu kbudayaan arab yg ngga pantes di tiru oleh bangsa Indonesia.
Balas   • Laporkan
Arif
19/08/2010
saya percaya itu benar2x terjadi karena kalau kita buka mata dan buka telinga para TKW kita saja banyak yang disiksa dan diperkosa padahal mereka mengabdi kepada tuanya apalagi dalam kasus ini si istri tidak mau menuruti keinginan sang suami
Balas   • Laporkan
ahmed fikreatif
10/08/2010
baca berita ini aja deh.. bntahan taliban: http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/6228/taliban-bantah-eksekusi-seorang-wanita
Balas   • Laporkan
reddiez | 13/10/2010 | Laporkan
itukan pernyataan org afganistan sndri,..wajar dia membela org dia sndri,..nah neh korban org arab jg,..bicara dgn benar,..ente salah dapet berita tuh,..gw bnyk video eksekusi org taliban,..serem2,..dan sadis,....
Indah
05/08/2010
Banyak ya manusia2 yg hatinya busuk, sebusuk mulutnya! Sdh jls itu korban taliban, msh sj di bela, bgmn kl itu terjadi pd ibu kalian??? Dasar manusia kerdil!!!!
Balas   • Laporkan
Jojon
05/08/2010
Saya cm heran, berita/info dr timur tengah lsg di telan bulat2 tp kl brita dr barat selalu di anggap negatif. Apa sih susahnya, tinggal di cek aj kebenarannya???
Balas   • Laporkan
yudhi
03/08/2010
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik membawa berita, periksalah dengan teliti (tabayyun) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu"
Balas   • Laporkan
Aldo
03/08/2010
Wah--wah--wah... Yang bilang hal ini propaganda Barat = retarded! :D
Balas   • Laporkan
anggi
03/08/2010
org biadab. sinting gila miring. ahhhh, saya kehabisan kata2
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id