DUNIA

Ajaib, Pesawat Jatuh Hanya 1 Penumpang Tewas

Pesawat diduga dihantam petir atau terhempas angin kencang saat akan mendarat
Senin, 16 Agustus 2010
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Pesawat maskapai Aires pecah jadi tiga bagian di Kolombia

VIVAnews - Sebuah pesawat komersil di Kolombia pecah menjadi tiga bagian, Senin dini hari waktu setempat (siang WIB). Namun, ajaibnya, dari 131 penumpang dan awak pesawat, hanya satu orang yang tewas.

Menurut pihak berwenang Kolombia, pesawat Boeing 737 itu milik maskapai penerbangan Aires. Kecelakaan terjadi saat pesawat akan mendarat di bandara Pulau San Andres, Kepulauan Karibia, pada pukul 1.49 Senin dini hari waktu setempat setelah terbang dari Kota Bogota. 

Kolonel David Barrero dari Angkatan Udara Kolombia mengungkapkan bahwa, berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan itu diduga akibat sambaran petir pada tubuh pesawat. Selain itu, bisa juga akibat tekanan angin.

Ketika itu, pesawat membawa 125 penumpang dan enam awak. Namun, kendati pesawat pecah menjadi tiga bagian, kecelakaan itu hanya menewaskan satu penumpang.

Pria berusia 68 tahun itu tewas kemungkinan akibat serangan jantung. Menurut keterangan sejumlah penumpang, pesawat saat itu terbang dalam keadaan baik dan menjalani prosedur pendaratan secara normal.

Namun, saat itu sedang turun hujan. Tak lama kemudian mereka merasakan dentuman keras begitu pesawat menyentuh landasan sehingga akhirnya terbelah tiga. Tim pemadam langsung sigap melakukan pemadaman dan evakuasi para penumpang serta awak.

Melihat hanya satu korban tewas, dokter rumah sakit setempat sangat terpukau. Apalagi hanya ada empat orang yang luka berat, sedangkan yang lain luka ringan. "Ini luar biasa, Untuk kecelakaan sefatal itu, biasanya ada banyak korban," kata Robert Sanchez, direktur rumah sakit di San Andres.

Sementara itu, pihak berwenang memuji ketrampilan pilot dalam mengendalikan pesawat di tengah cuaca buruk. "Kelihaian pilot membuat pesawat tidak sampai menabrak bandara," kata Barrero. (Associated Press)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found