DUNIA

AS Bantu Korban Letusan Sinabung

AS memberi perangkat jaringan pemantauan seismik di dekat Gunung Sinabung

ddd
Senin, 13 September 2010, 15:09
Warga sekitar Gunung Sinabung mengungsi
Warga sekitar Gunung Sinabung mengungsi (ANTARA/Irsan Mulyadi )

VIVAnews – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerahkan bantuan finansial dan teknis bagi masyarakat Indonesia yang menjadi korban letusan Gunung Sinabung baru-baru ini. Bantuan bagi para korban terlantar telah menjadi prioritas AS dan sampai saat ini jumlah total bantuan mencapai US$50.000 (sekitar Rp447,5 juta).

Demikian ungkap Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin 13 September 2010. Bantuan itu diserahkan melalui Kantor Urusan Bantuan Bencana Luar Negeri (Office of Foreign Disaster Assistance/OFDA), yang berada di bawah naungan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID)
 
Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit, Palang Merah Indonesia (PMI) menggunakan dana bantuan untuk membeli, membagikan, dan memenuhi kebutuhan bantuan seperti masker wajah, alat-alat kesehatan, wadah penyimpanan air bersih, selimut, plastik, dan matras.

"Bantuan ini juga akan digunakan untuk memperbaiki sanitasi dan layanan kebersihan sekaligus memberikan bantuan psikososial bagi para korban terlantar," demikian pernyataan Kedubes AS kepada VIVAnews.

USAID/OFDA juga menyerahkan bantuan teknis dan peralatan melalui Program Bantuan Bencana Gunung Berapi (Volcano Disaster Assistance Program/VDAP) kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Center of Volcanology and Geological Hazard Mitigation/CVGHM) guna memperkuat pemantauan dan kesigapan terhadap kegiatan gunung berapi di wilayah setempat.

Peralatan senilai US$35.000 itu akan menciptakan sebuah jaringan pemantauan seismik di dekat Gunung Sinabung untuk memberikan data yang lebih baik mengenai gempa bumi akibat gunung berapi. Sistem itu  akan menjadi peringatan awal jika akan terjadi letusan.

Sementara itu, VDAP akan mendirikan tiga stasiun lapangan seismik dan sebuah stasiun pangkalan di dekat Gunung Sinabung. Stasiun-stasiun ini akan memberikan data ke sebuah observatorium CVGHM baru, yang memungkinkan pemantauan gunung berapi secara langsung (real-time) dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat di sekitarnya.

Sejak 2004, VDAP USAID telah bekerja sama dengan Badan Survei Geologi AS untuk memperkuat kapasitas pemantauan gunung api, mitigasi serta upaya responsif di Indonesia. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
datuak
16/09/2010
inilah yang menyebabkan kita didikte asing............mereka bermuka dua......indonesia benar2 tak bisa, padahal mampu........pantesan kita dijajah 3 stengah abad, kesampingkan dulu segala macam bentuk bantuan, biarpun niatnya baik.
Balas   • Laporkan
Pagambo
13/09/2010
Thank USA..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id