DUNIA

Pasukan Khusus Inggris Krisis Personil

SAS sering dipandang sebagai salah satu unit pasukan khusus yang ternama di dunia

ddd
Selasa, 26 April 2011, 08:19
Pasukan khusus SAS beroperasi di Sierra Leone
Pasukan khusus SAS beroperasi di Sierra Leone (AP Photo/Brennan Linsley)

VIVAnews - Resimen pasukan elit Inggris, SAS, mengalami krisis rekrutmen. Pasalnya, banyak tentara reguler Inggris tengah menjalani misi yang berat di sejumlah medan tempur sehingga mereka kurang berminat untuk masuk SAS, yang artinya harus menjalani seleksi yang berat pula.

Krisis itu terungkap dalam suatu surat untuk pejabat tinggi militer Inggris, yang bocor ke media massa Inggris. Surat itu ditulis komandan Kesatuan Infantri, Brigadir Jenderal Richard Dennis, kepada Kepala Angkatan Darat Jenderal Sir Peter Wall. Surat itu juga bocor ke harian The Telegraph, The Guardian dan sejumlah media lain.

Dalam bocoran surat itu, Dennis mengingatkan bahwa tingginya ritme operasi Angkatan Bersenjata dan operasi militer yang tak kenal jeda di Afganistan menjadi penyebab turunnya jumlah rekrutmen bagi SAS.

SAS, menurut Dennis, kesulitan untuk mengalokasi latihan seleksi karena banyaknya operasi militer di Afganistan. Selain itu, banyak calon rekrutan dilanda sindrom "takut gagal" bila menjalani seleksi. 

Resimen pasukan khusus selama ini dipandang memiliki posisi yang unik dan prestisius dalam militer Inggris karena selalu menjalani berbagai operasi yang menantang. Namun, akhir-akhir ini posisi itu mulai luntur. 
 
Laporan itu merupakan pukulan besar bagi SAS, yang sering dipandang sebagai salah satu unit pasukan khusus yang ternama di dunia. Resimen itu telah memainkan peran penting dalam sejumlah konflik besar, yaitu di Afganistan dan Irak.

SAS pun berperan dalam melumpuhkan aksi-aksi terorisme. Salah satunya adalah berhasil mengatasi krisis penyanderaan di Kedutaan Besar Iran di London pada 5 Mei 1980.

Namun, dalam surat yang ditulis Dennis, SAS kini mengalami tantangan untuk merekrut banyak personil. SUrat itu juga mengutip pernyataan komandan Resimen SAS bahwa perlu lebih banyak lagi tenaga muda dan berkualitas.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
arya
26/04/2011
Pemerintah buat aja proposal tentang bantuan tentara untuk menyelesaikan misi inggris tapi dengan syarat, harus menguntungkan indonesia dan juga tentara yang di kirim ke Inggris. Populasi/tentara Indonesia kan kuat jadi mungkin aja bisa bantu.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id