DUNIA

Kemhan RI Bantah Kolaborasi Dengan Malaysia

"Memang ada pembicaraan mengenai kolaborasi, namun belum sejauh itu."

ddd
Jum'at, 20 Mei 2011, 15:13
TNI
TNI (Antara/ Eric Ireng)

 

VIVAnews - Kementerian Pertahanan Indonesia belum mengetahui adanya rencana kolaborasi antara Indonesia-Malaysia-Thailand untuk memproduksi senapan serang M4. Kemhan mengatakan Indonesia masih bisa memproduksinya secara mandiri.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kemhan, Hartind Asrin, yang dihubungi VIVAnews, Jumat, 20 Mei 2011. Hartind mengatakan bahwa memang ada rencana kolaborasi industri pertahanan antara negara-negara ASEAN, namun belum dibicarakan secara teknis jenis kerja sama tersebut.

"Saya belum dengar masalah itu," ujarnya.

Rencana kolaborasi tiga negara disampaikan oleh Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, pada konferensi pers hari ini. Dia mengatakan bahwa Indonesia, Thailand dan Malaysia akan bersama-sama mengumpulkan komponen persenjataan M4 dan membuatnya di Indonesia. Hal ini, ujar Hamidi, bertujuan untuk penghematan anggaran pertahanan di ASEAN.

"Memang ada pembicaraan mengenai kolaborasi, namun belum sejauh itu," ujar Hartind.

Hartind mengatakan bahwa konsep kolaborasi disampaikan Malaysia pada berbagai kesempatan, termasuk dalam pertemuan ASEAN Defence Ministerial Meeting (ADMM) kemarin. Inti dari konsep tersebut adalah jual-beli senjata antar negara ASEAN saja.

"Inti dari konsep itu adalah bagaimana pasar ASEAN direbut oleh ASEAN sendiri," ujar Hartind.

Namun jika memang kolaborasi tersebut terlaksana, Hartind mengatakan bahwa Indonesia dengan PT. Pindad siap menjadi pelaksana produksi. "Negara lain akan menjadi supporting unit, sharing dana, dan pengada komponen," ujar Hartind.

Jikapun memang kolaborasi tidak jadi dilakukan, tambah dia, Indonesia sendiri sudah mampu membuat senjata semacam itu. "Indonesia juga mampu kok membuatnya sendiri," ujarnya.

Kolaborasi industri pertahanan ditaksir akan menghemat anggaran pertahanan negara-negara ASEAN hingga 12,5 miliar (Rp106,8 triliun) dari anggaran keseluruhan US$213 triliun. Hal ini dikarenakan, dana yang biasanya dipergunakan untuk mengimpor senjata dari luar kawasan akan berputar di Asia Tenggara saja. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bravonal
22/07/2011
jangan sampai kerjasama ama malaysia, malaysia pengen enaknya sendriri, lebih baik kita kembangkan teknologi pertahanan indonesia. indonesia harus memiliki teknologi canggih. teknologi indonesia di atas malaysia. ya walaupun malaysia punya proton UK
Balas   • Laporkan
wong_alit
21/05/2011
Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat den tetangga yang jauh (An Nisa:36). Kerjasama dg tetangga untuk kebaikan harus didukung. Tapi kalo tetangga kurang ajar ya harus diberi pelajaran.
Balas   • Laporkan
malaikat_bayangan | 22/10/2011 | Laporkan
SETUJU BRO...
f4154l
21/05/2011
GANYANG MALAYSIA
Balas   • Laporkan
mapsihotang
21/05/2011
tidak setuju kalau Indonesia berkolaborasi dengan malaysia...yang selalu mencari keuntungan sendiri...
Balas   • Laporkan
aksaraumri
20/05/2011
no kloborasi dengan Malaysia.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com