DUNIA

Singkirkan Jerman, China Jadi Nomor Tiga

Kini kekuatan ekonomi China tinggal di bawah Amerika Serikat dan Jepang
Kamis, 15 Januari 2009
Oleh : Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Uang kertas China, ren min bi, pecahan 100

VIVAnews - Sejak 2007 China diketahui telah menjadi kekuatan ekonomi nomor tiga di dunia, dengan berhasil melampaui Jerman. Pencapaian itu merupakan tonggak baru bagi China di tingkat sosial dunia dengan hanya berada di bawah Jepang dan Amerika Serikat.

Data yang dirilis pemerintah China Rabu, 14 Januari 2009, menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok telah tumbuh sepuluh kali lipat dalam 30 tahun terakhir.

"Saya kira hanya akan butuh tiga hingga empat tahun bagi China untuk mengambil alih posisi Jepang sebagai kekuatan ekonomi nomor dua di dunia," kata ekonom Merrill Lynch, Ting Lu. Namun, kata Lu, menyaingi AS bisa membutuhkan waktu puluhan tahun.

Meski status ini sangat simbolis bagi 1,3 miliar warga China yang rata-rata miskin, tetapi merefleksikan ledakan pertumbuhan seiring dengan perubahan dari negara yang terisolasi sekian lama menjadi negara produsen besar dunia.

Pemerintah China merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi 2007 dari angka yang sudah termasuk tinggi, 11,9 persen menjadi 13 persen, tingkat pertumbuhan tercepat sejak 1994. Biro statistik nasional tidak menjelaskan faktor di balik revisi tersebut.

Perkiraan baru tersebut, menurut biro statistik, meningkatkan produk domestik bruto (GDP) menjadi 25,7 triliun yuan atau US$ 3,5 triliun (berdasarkan nilai tukar 2007).

Angka itu berada di atas GDP 2007 Jerman yang sebesar 2,4 triliun euro atau US$ 3,3 triliun (berdasarkan nilai tukar yang diperoleh dengan cara mengambil rata-rata suku bunga pada tanggal 15 tiap bulan, sepanjang tahun 2007)

Revisi tersebut dilakukan di tengah perjuangan China menghadapi krisis ekonomi global. Pemerintah China sedang mengucurkan paket dana stimulus sebesar US$ 586 miliar dan berjanji untuk membantu eksportir yang sedang berjuang mengatasi rendahnya ekspor.

Namun, menurut seorang analis ekonomi, Sherman Chan, peringkat ketiga dalam kekuatan ekonomi dunia tidak akan membantu China dalam mengatasi kemerosotan ekspor.

"Efek yang mungkin negatif adalah bahwa kondisi kuat tahun 2007 akan membuat penurunan ekonomi 2008 akan makin buruk," kata Chan. (AP)

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found