DUNIA

Australia Usulkan Cara Jagal Sapi yang Benar

Kalangan Muslim Australia menyayangkan perlakuan sadis atas sapi yang akan disembelih

ddd
Selasa, 7 Juni 2011, 12:58
Sapi Australia
Sapi Australia (agmastes.com)

VIVAnews -- Rekaman kekejaman terhadap sapi ternak, yang ditayangkan di program Four Corners di stasiun televisi ABC Senin, 30 Mei 2011, ditanggapi serius oleh kalangan peternak di negeri itu.

Para produsen, pemimpin industri, dan pemangku kepentingan akan mengadakan pertemuan akbar di negara bagian Northern Territory hari ini. Ini adalah pertemuan kali pertama sejak rekaman itu ditayangkan.

Dalam pertemuan tersebut, Asosiasi Peternak Northern Territory akan mengusulkan cara yang lebih 'manusiawi' untuk  menyembelih sapi: dibuat pingsan terlebih dulu.

Anggota asosiasi, Luke Bowen, mengatakan para produsen ternak akan menolak menandatangani kontrak untuk mengirim hewan mereka ke rumah potong hewan di Indonesia -- sebelum ada jaminan hewan akan dibuat pingsan sebelum disembelih. Kata dia, ini adalah tuntutan mendasar.

Bowen juga mengatakan pihaknya mengusulkan agar jumlah rumah pemotongan hewan yang menyembelih sapi Australia diturunkan, dari 100 menjadi 25. Untuk memudahkan kontrol. "Sehingga kami bisa fokus ke rumah jagal yang bisa melakukan dengan benar, sesuai standar Australia dan bisa diterima produsen," kata dia, seperti dimuat ABC, Selasa 7 Juni 2011.

Sementara, pihak produsen sapi, Meat and Livestock Australia (MLA) yang mengusulkan penurunan jumlah rumah jagal, mengakui tak semua hewan dibuat pingsan di rumah pemotongan hewan yang terakreditasi. Ketua MLA, Don Heatley mengakui, pistol pembuat tak sadar tak diwajibkan di bawah standar internasional."Ada lima [rumah pemotongan hewan] yang sudah menggunakan standar yang sangat berkualitas tinggi," katanya.

Tak hanya menuai protes kalangan produsen ternak, perlakuan sadis terhadap sapi yang akan disembelih juga disayangkan umat muslim di Australia.

Profesor Hukum Islam Australia, Jamila Hussain dari  University of Technology in Sydney mengatakan, penganiayaan hewan melanggar hukum Islam. Dan rumah jagal di Indonesia tak punya alasan untuk melakukannya.

Di bawah hukum Islam, tambah dia, binatang harus dibunuh secepat mungkin dan sebisa mungkin tak menimbulkan rasa sakit. Bahkan, anak sapi tak boleh dibunuh di depan muka induknya.

Ditambahkan dia, banyak muslim Australia yang kecewa dan menyesalkan adanya persepsi bahwa kekejaman terhadap binatang adalah bagian dari kultur Isman. "Binatang harus diperlakukan dengan baik dan semestinya," kata Hussain.

"Jika mereka akan dibunuh, mereka harus dibunuh dengan cara meminimalisasi ketakutan dan perlakuan buruk," tambah dia. "Apa yang terjadi di rumah pemotongan hewan Indonesia tak Islami."

Baca juga: MUI: Yang Diprotes Australia, Ditentang Islam



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bio13
07/06/2011
Jangankan dengan cara2 sadis seperti dilihat di TV ausi, menyembelih hewan meski dengan pisau setajam apapun juga gak boleh dilakukan didepan mata hewan yang belum dipotong. itu salah satu adab menyembelih dalam islam.
Balas   • Laporkan
bio13
07/06/2011
Kalo adab menyembelh hewan secara Islam dilakukan dengan benar, australia yg harus banyak belajar. Masalahnya SDM indonesia bermental bobrok. drai rakyat sampai pemimpinnya. ancur
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id