DUNIA

Australia Usulkan Cara Jagal Sapi yang Benar

Kalangan Muslim Australia menyayangkan perlakuan sadis atas sapi yang akan disembelih
Selasa, 7 Juni 2011
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Sapi Australia

VIVAnews -- Rekaman kekejaman terhadap sapi ternak, yang ditayangkan di program Four Corners di stasiun televisi ABC Senin, 30 Mei 2011, ditanggapi serius oleh kalangan peternak di negeri itu.

Para produsen, pemimpin industri, dan pemangku kepentingan akan mengadakan pertemuan akbar di negara bagian Northern Territory hari ini. Ini adalah pertemuan kali pertama sejak rekaman itu ditayangkan.

Dalam pertemuan tersebut, Asosiasi Peternak Northern Territory akan mengusulkan cara yang lebih 'manusiawi' untuk  menyembelih sapi: dibuat pingsan terlebih dulu.

Anggota asosiasi, Luke Bowen, mengatakan para produsen ternak akan menolak menandatangani kontrak untuk mengirim hewan mereka ke rumah potong hewan di Indonesia -- sebelum ada jaminan hewan akan dibuat pingsan sebelum disembelih. Kata dia, ini adalah tuntutan mendasar.

Bowen juga mengatakan pihaknya mengusulkan agar jumlah rumah pemotongan hewan yang menyembelih sapi Australia diturunkan, dari 100 menjadi 25. Untuk memudahkan kontrol. "Sehingga kami bisa fokus ke rumah jagal yang bisa melakukan dengan benar, sesuai standar Australia dan bisa diterima produsen," kata dia, seperti dimuat ABC, Selasa 7 Juni 2011.

Sementara, pihak produsen sapi, Meat and Livestock Australia (MLA) yang mengusulkan penurunan jumlah rumah jagal, mengakui tak semua hewan dibuat pingsan di rumah pemotongan hewan yang terakreditasi. Ketua MLA, Don Heatley mengakui, pistol pembuat tak sadar tak diwajibkan di bawah standar internasional."Ada lima [rumah pemotongan hewan] yang sudah menggunakan standar yang sangat berkualitas tinggi," katanya.

Tak hanya menuai protes kalangan produsen ternak, perlakuan sadis terhadap sapi yang akan disembelih juga disayangkan umat muslim di Australia.

Profesor Hukum Islam Australia, Jamila Hussain dari  University of Technology in Sydney mengatakan, penganiayaan hewan melanggar hukum Islam. Dan rumah jagal di Indonesia tak punya alasan untuk melakukannya.

Di bawah hukum Islam, tambah dia, binatang harus dibunuh secepat mungkin dan sebisa mungkin tak menimbulkan rasa sakit. Bahkan, anak sapi tak boleh dibunuh di depan muka induknya.

Ditambahkan dia, banyak muslim Australia yang kecewa dan menyesalkan adanya persepsi bahwa kekejaman terhadap binatang adalah bagian dari kultur Isman. "Binatang harus diperlakukan dengan baik dan semestinya," kata Hussain.

"Jika mereka akan dibunuh, mereka harus dibunuh dengan cara meminimalisasi ketakutan dan perlakuan buruk," tambah dia. "Apa yang terjadi di rumah pemotongan hewan Indonesia tak Islami."

Baca juga: MUI: Yang Diprotes Australia, Ditentang Islam

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found