DUNIA

Arab Saudi Diminta Hentikan Hukuman Mati

Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah terhukum mati di Arab Saudi meningkat pesat.

ddd
Minggu, 12 Juni 2011, 11:29
foto ilustrasi hukuman mati
foto ilustrasi hukuman mati  

VIVAnews - Lembaga Amnesti Internasional (AI) menyerukan kerajaan Arab Saudi menghentikan hukuman mati yang mereka lakukan kepada para narapidana. Seruan ini dilayangkan setelah adanya peningkatan yang signifikan pada jumlah terhukum penggal di negara ini dibandingkan tahun lalu.

Dilansir dari laman CNN, Sabtu, 11 Juni 2011, AI melihat kecenderungan peningkatan hukuman mati di Arab Saudi dalam enam minggu terakhir. Menurut data AI, Arab Saudi pada tahun ini saja telah menghukum mati 27 orang. Jumlah ini sama dengan jumlah keseluruhan terhukum mati pada tahun 2010.

Lima di antara para terhukum mati adalah warga asing. Sebanyak 100 narapidana terancam penggal lainnya kebanyakan warga negara asing. Mereka diperkirakan akan segera menemui ajal pada beberapa bulan lagi.

"Pemerintah Arab Saudi harus menghentikan pola yang mengerikan ini, yang menempatkan negara ini berseberangan dengan trend hukuman mati di seluruh dunia," ujar Philip Luther, deputi direktur AI untuk Timur Tengah dan Afrika utara.

AI juga menyayangkan tak adanya prosedur hukum yang jelas bagi para narapidana di negara ini. Mereka mengatakan bahwa beberapa dari tahanan tidak didampingi oleh pengacara pada penyelidikan awal. Beberapa dari mereka, tulis AI, bahkan mengalami tekanan dari para aparat di penjara.

Arab Saudi menempati peringkat keempat dalam jumlah hukuman mati terbanyak setelah China, Iran dan Irak. Sementara itu Amerika Serikat menempati peringkat ke lima.

Menurut data AI, sedikitnya 158 orang, termasuk di antaranya 76 warga negara asing di eksekusi di Arab Saudi pada 2007. Pada 2008, sebanyak 102 orang dieksekusi, 40 warga negara asing. Pada 2009, 69 dieksekusi, 79 di antaranya warga asing. Pada 2010 angkanya kembali menurun, 27 orang dieksekusi, enam warga asing.

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jaki
01/07/2011
hukuman qishas syah-syah saja asalkan dari penyelidikan awal mreka yg tervonis benar2 melakukan itu,,,tp jika dari awal tidak ada penyelidikan lebih dulu tu sama aja dengan membunuh seseorang tanpa mengetahui kebenrannya,,,
Balas   • Laporkan
vangosh
30/06/2011
hukuman mati itu sah2 aja kalo itu bisa menimbulkan efek jera bagi orang lain...tp kayaknya hukuman mati di arab saudi enggak ada pembelaan dan pertimbangkan alasan itu membunuh kenapa... semua dipukul rata
Balas   • Laporkan
abu_dzakii
24/06/2011
Vanrudy, Tuhan (klau aku menyebutnya Allah) telah menentukan nasib semua manusia, tapi Allah juga menurunkan aturan2 yg harus dijalankan mns, salah satunya adl hukum qishash, yg slh 1 nya adl utk cegah mns agar tdk berbuat kesalahan yg sama
Balas   • Laporkan
abuharits
12/06/2011
jadi kalo keluargamu dibantai sama pembunuh, lalu kamu biarkan pembunuh tersebut menentukan nasib sendiri. jelek benar perilaku vanrudi ini
Balas   • Laporkan
banitamim
12/06/2011
yang cina,iran,irak, kenapa g diprotes ko malah yg urutan 4 yg di protes, aya2 wae .
Balas   • Laporkan
vanrudy
12/06/2011
sungguh kejam manusia2 itu,hanya tuhanlah yg bisa mnentukan nasib seseorang...
Balas   • Laporkan
bangnapi79 | 17/09/2011 | Laporkan
jika emak/bapaknya vanrudy dibunuh ama perampok trs perampoknya dihukun cuman 5th, emang mau??
jiung_coy | 24/06/2011 | Laporkan
bukan kejam cut,tp emang udah ketentuan dan UU disana,,klo lo ga mau di pancung ya jng kerja di sono...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com