TUTUP
TUTUP
DUNIA

Taiwan Buka "Topeng" Kantornya di Hong Kong

Sebelumnya kantor dagang Hong Kong menyamar sebagai kantor jasa pariwisata.
Taiwan Buka "Topeng" Kantornya di Hong Kong
Hong Kong (AP Photo/Kin Cheung)

VIVAnews - Kantor perwakilan dagang Taiwan di Hong Kong dan Makau, China, akhirnya membongkar penyamarannya selama 45 tahun. Hal ini mengindikasikan hubungan membaik antara China daratan dan Taiwan.

Dilansir dari laman CNN, Selasa, 12 Juli 2011, kantor dagang Hong Kong menggunakan nama "Chung Hwa Travel Service" sejak Revolusi Budaya China tahun 1966. Direktur Jenderal Hubungan Taiwan-Hong Kong-Makau, James Shi Chu, mengatakan akibat nama ini, kantor dagang Taiwan kerap dikira perusahaan swasta.

Dia mengatakan 15 Juli nanti, kantor ini akan mengungkap identitas aslinya, dan mengganti namanya menjadi kantor Hubungan Ekonomi dan Budaya Taiwan. Joseph Cheng, professor ilmu politik di Universitas Kota Hong Kong, mengatakan perubahan nama mengindikasikan hubungan membaik antara China daratan dan Taiwan.

"Hong Kong tidak akan bisa bekerja sama dengan Taiwan selama ini tanpa persetujuan pemerintahan di Beijing," kata Cheng.

Pernyataan Cheng didukung oleh juru bicara pemerintah China, Yang Yi, yang menyambut baik kantor dagang Taiwan di Hong Kong. Dia mengatakan hal ini akan memberikan pijakan baru dalam hubungan antar selat. "Ini adalah langkah luar biasa dalam perkembangan hubungan Taiwan-Hong Kong-Makau, ini juga pencapaian yang baik dalam hubungan empat wilayah selat," kata Yang, dilansir dari Channel News Asia.

Menurut pemerintah Hong Kong, Taiwan adalah mitra dagang terbesar keempat, dengan nilai perdagangan mencapai US$35 miliar (Rp299 triliun). Chu mengatakan hubungan antara Hong Kong dan Taiwan sangat dekat, terutama dalam ekonomi dan pariwisata. Dia mengatakan 31.000 penerbangan dengan tiga juta orang lalu-lalang antara Hong Kong dan Taiwan pada 2010.

Taiwan berpisah dari China usai Perang Saudara pada 1940. Taiwan menyatakan diri sebagai negara sendiri, sementara China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang berdiri sendiri, tapi masih bagian dari China. Hubungan keduanya mulai membaik setelah Presiden Taiwan Ma Ying-jeou menerapkan kebijakan persahabatan dengan China daratan.(np)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP