DUNIA

Indonesia Diminta Akui Kemerdekaan Kosovo

Indonesia diharapkan menjadi negara ke-78 mengakui kemerdekaan negara ini
Rabu, 10 Agustus 2011
Oleh : Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam
Mahkamah Internasional PBB sahkan kemerdekaan Kosovo

VIVAnews - Imam Besar Kosovo Syeikh Rexchep Boja menemui Dewan Perwakilan Rakyat untuk meminta dukungan kemerdekaan Kosovo dari Serbia. Sampai hari ini, sudah 77 negara di dunia mengakui kemerdekaan Kosovo termasuk di antaranya Amerika Serikat.

Menurut Rexchep, pengakuan pertama kali datang dari Afghanistan. "Hari kedua setelah menyatakan kemerdekaan, Afghanistan mendukung," katanya usai pertemuan, Rabu 10 Agustus 2011.

Pertemuan Imam Besar Kosovo ini sendiri difasilitasi Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin. Din menyatakan, atas nama Muhammadiyah, memberikan apresiasi kepada DPR atas pertemuan ini. Din juga menyampaikan, tidak ada alasan untuk tidak mengakui kemerdekaan Kosovo.

Pihak DPR sendiri diwakili Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Politikus Partai Golkar itu menyatakan, DPR akan menyampaikan sikap politik terkait kemerdekaan Kosovo. "Kami akan berbicara dengan fraksi-fraksi terutama Komisi I dan Badan Kerjasama Antarparlemen DPR," katanya.

Sementara kepada pemerintah, Priyo meminta Kementerian Luar Negeri jangan ragu-ragu mendukung kemerdekaan Kosovo. "Ini tidak terkait dengan isu separatisme karena Kosovo merasa tidak pernah bergabung dengan Serbia," katanya.

"Saya minta Menlu melakukan langkah-langkah nyata mendukung kemerdekaan Kosovo. Mereka tidak memisahkan diri, tapi mereka menyatakan kemerdekaan," katanya. Menurut Priyo, dari segi agama, budaya dan sebagainya, Kosovo tidak menjadi bagian dari Serbia.

Usai pertemuan itu, Imam Besar Kosovo mengundang para pimpinan DPR berkunjung ke negaranya.

Menurut Wikipedia, Kosovo secara de facto sudah merdeka. Serbia, China dan Rusia menentang kemerdekaan yang diproklamasikan 17 Februari 2008 lalu itu. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found