DUNIA

Beni Asri, Teroris Langganan Juara Ngaji

Sekembalinya ke kampung setelah merantau, perangai Beni berubah.
Minggu, 2 Oktober 2011
Oleh : Denny Armandhanu
Rumah M Syarif di Majalengka, diduga pelaku bom Cirebon

VIVAnews - Tak ada warga di kampung Beni Asri (26) yang menduga pemuda ini terlibat jaringan teroris yang beraksi di masjid Mapolresta Cirebon bulan April lalu. Warga Jorong Kasiak, Nagari Koto Sani,
Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengenal Beni sebagai sosok yang baik.

Menurut informasi polisi dan warga Jorong Kasiak, Beni baru beberapa bulan ini kembali ke kampungnya setelah lama merantau dan beristrikan gadis asal Cirebon. “Sejak SMP  Beni  sudah merantau dan tidak pernah pulang-pulang, baru sekitar tiga bulan ini pulang,” ujar Wali Jorong Kasiak, Buyuang Gindo Sutan, pada VIVAnews, Minggu, 2 Oktober 2011.

Ia mengaku, sejak remaja Beni tergolong pintar mengaji. “Dulu selalu juara mengaji, saya guru mengajinya waktu masih kecil-kecil,” tambah Gindo. Sejak kepulangan dari rantau, Beni tidak terlalu bergaul dengan warga di kampungnya.

Hal ini yang dinilai Gindo semacam perubahan dalam diri Beni. Namun, warga tak pernah berpikir Beni masuk dalam jaringan teroris yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri Cirebon dan Solo. Beni ditangkap di Jorong Limo Niniak—bersebelahan dengan Jorong Kasiak—dalam keadaan sepi. Kala itu dia tengah dalam perjalanan menuju masjid, hendak menunaikan salat Jumat dari rumah orang tuanya. 

Menurut keterangan polisi, terduga pelaku bom Cirebon ini ditangkap sekitar pukul 12.05 WIB dan langsung dibawa ke Padang menggunakan mobil Xenia sebelum diterbangkan ke Jakarta melewati Bandara Internasional Minangkabau.

Beni bekerja sebagai pedagang sayuran selama menetap di kampungnya. “Ia menjual sayuran dari pasar ke pasar hingga Sijunjung dan Dharmasraya,”  tambah Gindo. Dalam hal pergaulan sehari-hari, menurutnya, watak Beni masih seperti biasa dan terkenal ramah. Hanya saja, Beni terkesan tidak terlalu sering bergaul dengan warga karena aktivitasnya yang keluar rumah sejak pagi dan kembali pada malam hari.

Isteri Beni baru saja melahirkan anak laki-laki saat Beni berada di kampung. Menurut informasi polisi, bayi laki-laki tersebut baru berusia sekitar tiga bulan. “Orang tua laki-lakinya sudah meninggal, ibunya masih ada di kampung,” ujar Kapolres Solok AKBP Lutfi Martadian.

Menurut Kapolres, sekitar lima atau enam orang perwira menengah dari tim Densus 88 membekuk Beni di Jorong Kasiak, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumbar. Keberadaan Beni di Koto Sani telah dibuntuti tim Densus 88 sejak satu bulan belakangan. Sebelum tertangkap, Beni menetap di Cirebon dan bekerja sebagai pedagang.  (Laporan Eri Naldi, Padang)

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found