DUNIA

Mesir Kembali Berdarah, 23 Tewas

Ini berawal dari protes atas penyerangan suatu gereja, yang dianggap tidak berizin

ddd
Senin, 10 Oktober 2011, 07:43
Kerusuhan di Kairo, Mesir, 9 Oktober 2011
Kerusuhan di Kairo, Mesir, 9 Oktober 2011 (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh )

VIVAnews - Sedikitnya 23 orang tewas dan puluhan lain terluka setelah terjadi bentrokan berdarah antara aparat keamanan Mesir dan para demonstran umat Kristen Koptik di Ibukota Kairo, Minggu malam waktu setempat. Pihak keamanan selanjutnya menerapkan jam malam di Kairo, khususnya di Lapangan Tahrir dan pusat kota.

Menurut stasiun berita Al Jazerra, bentrokan tidak saja terjadi di Kairo, namun juga di kota terbesar kedua di Mesir, Alexandria. Pihak berwenang pada Minggu menggelar rapat darurat untuk membahas kerusuhan itu.

Koresponden Al Jazeera mengungkapkan pada awalnya demonstrasi berjalan damai. Para demonstran saat itu memprotes lambatnya tindakan aparat keamanan atas penyerangan suatu gereja Kristen Koptik pada 30 September lalu di Mesir bagian selatan.

Menurut stasiun berita Al Arabiya, gereja yang diserang itu terletak di kota Merinab, provinsi Aswan. Menurut kelompok penyerang gereja, tempat ibadah itu dianggap tidak berizin. Gubernur Aswan, Mustafa al-Seyyed, juga mengatakan bahwa umat Kristen Koptik membangun gedung gereja itu tanpa izin terlebih dahulu dari pihak berwenang.   

Namun, saat demonstrasi atas penyerangan gereja berlangsung, para pemrotes tiba-tiba diserang kawanan preman. Tidak lama kemudian, polisi militer pun ikut menyerang para pemrotes.

"Kami berunjuk rasa secara damai," kata Talaat Youssef, pemuda berusia 23 tahun, yang dikutip kantor berita Reuters. "Saat kami berjalan menuju gedung stasiun televisi, militer mulai menembaki kami dengan peluru tajam," kata Youssef. "Padahal mereka seharusnya melindungi kami," lanjut dia.

Situasi akhirnya jadi tak terkendali saat para pemrotes memberi perlawanan. Menurut pihak keamanan, para demonstran lalu membakar dua mobil lapis baja, enam mobil pribadi dan sebuah bus.

Selain menerapkan jam malam, pemerintah meminta semua pihak agar menahan diri. Perdana Menteri Mesir, Essam Sharaf, menyatakan telah menghubungi pihak keamanan dan pengurus gereja untuk membantu mengendalikan situasi.

"Satu-satunya pihak yang diuntungkan dari kekerasan ini adalah para musuh Revolusi Januari dan juga musuh rakyat Mesir, baik itu umat Muslim maupun Kristen," kata Sharaf dalam pesan lewat akun pribadi di laman Facebook. Ini merupakan kerusuhan berdarah terbesar di Mesir sejak rezim Hosni Mubarak digulingkan pada Februari lalu.

Kalangan pengamat menilai bahwa kerusuhan ini pertanda pemerintah lalai mengantisipasi bentrokan antarumat. "Absennya penegakan hukum menjadi penyebab. Kebebasan berekspresi merupakan basis bagi masyarakat yang demokratis dan penegakan hukum," kata pengamay politik Amr Hashim Rabei kepada Al Arabiya.

"Benturan seperti ini padahal sudah tidak lagi terjadi selama berbulan-bulan. Pimpinan umat Koptik harus meminta para pemrotes agar tahan diri dan menempuh jalur hukum," lanjut Rabei.

Konflik sektarian yang melibatkan umat Koptik sering terjadi di Mesir. Sebagai pihak minoritas - yang hanya sepuluh persen dari 80 juta rakyat Mesir, umat Koptik berulangkali menjadi sasaran penyerangan. Mereka pun berulangkali menuduh pihak berwenang menerapkan diskriminasi yang sistematis.  



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kerlok
17/10/2011
sma aja di Indonesia, lebih mudah ijin utk pendirian diskotik & pub2 yg mrusak moral bgsa dr pd ijin m'dirikan rmh2 ibadah yg menciptkan org2 yg takut akan Tuhan. pantas aja negara ini banyak koruptor, pembunuh, pemerkosa, pencuri. INA negara kriminal TT
Balas   • Laporkan
revinclaw
10/10/2011
kita harus mendudukan masalah secara proporsional, hal ini terjadi karena pemerintah militer sedang mempertahankan ststus quo, mereka tidak menginginkan kekuasaan jatuh kepada sipil, karena akan membahayakan posisi Israel dan akhirnya Amerika di timteng
Balas   • Laporkan
tonny wu
10/10/2011
begitulah nasib kaum minoritas di negara mayoritas, selalu di tindas! merka/mayoritas merasa paling thu tentang, TUHAN, tentang SURGA, akhrnya orngyg tdk seiman dianggap setan/kafir, dan mesti di bunuh, smga Tuhan mengampuni mrka yg melakukan hal keji tsb
Balas   • Laporkan
abdul rohman
10/10/2011
Sudah bukan rahasia lagi kalau kaum Nasrani selalu ditindas di negara2 mayoritas beragama Islam, padahal kita memiliki Allah yang sangat menyayangi setiap insan manusia bahkan rela mati demi dosa2 kita, semoga yang menindas umat Nasrani bisa bertobat.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id