DUNIA

Rusia Ancam Hancurkan Rudal NATO di Eropa

Rusia khawatir rudal NATO akan digunakan untuk menyerang senjata nuklir mereka.

ddd
Kamis, 24 November 2011, 10:27
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev
Presiden Rusia, Dmitry Medvedev (Reuters Photo)

VIVAnews - Presiden Rusia Dmitry Medvedev menegaskan akan menembakkan rudal untuk menghancurkan sistem pertahanan rudal NATO di Eropa, tanpa memedulikan perjanjian yang telah diteken dengan Amerika Serikat. Langkah ini akan diambil jika tuntutan Rusia soal sistem pertahanan NATO tetap diacuhkan.

Medvedev mengatakan, Rusia akan menembakkan rudal balistik baru berkemampuan lebih canggih dalam menembus sistem pertahanan musuh. Rusia juga akan mematikan sistem anti-rudal yang dimiliki oleh NATO dan AS. Jika ini gagal, maka Medvedev punya rencana B.

"Jika gagal, Rusia akan menurunkan persenjataan dengan sistem serang canggih di barat dan selatan negara ini. Salah satunya adalah rudal Iskandar di wilayah Kalinigrad. Hal ini kami lakukan agar dapat menghancurkan semua sistem pertahanan rudal AS di Eropa," kata Medvedev dalam sebuah siaran langsung, dilansir dari kantor berita CNN, Rabu 23 November 2011.

Ancaman Medvedev ini dilayangkan menyusul rencana NATO membangun pusat pertahanan rudal di beberapa negara Eropa, di antaranya Polandia, Rumania dan Turki. NATO mengatakan bahwa sistem pertahanan yang rampung 2020 ini dimaksudkan untuk mengantisipasi serangan dari Timur Tengah, seperti Iran, bukan untuk menyerang Rusia.

NATO telah meminta Rusia untuk bergabung dalam program tersebut. Namun, Rusia tidak puas dengan negosiasi yang dilakukan. Medvedev khawatir sistem pertahanan rudal ini akan digunakan untuk menyerang senjata nuklir Rusia yang menjadi andalan negara tersebut sejak berakhirnya Perang Dingin.

Medvedev menginginkan adanya perjanjian hukum tertulis untuk mencegah hal itu. AS dan NATO menjamin persenjataan itu tidak akan digunakan untuk menyerang Rusia. Namun, AS menyatakan tidak dapat mengeluarkan dokumen yang mengikat. AS mengatakan, dokumen itu hanya akan membatasi kinerja sistem pertahanan dalam menjalankan fungsinya. 

Langkah Rusia ini mengancam perjanjian baru mengenai kendali senjata dengan AS yang ditandatangani Barack Obama dan Medvedev tahun lalu. Perjanjian START (Strategic Arms Reduction Treaty) adalah perjanjian kedua negara untuk mengurangi tindakan agresif dan penggunaan senjata. Perjanjian ini sebelumnya ditandatangani oleh Presiden AS George Bush dan Presiden Rusia Mikhail Gorbachev pada Juli 1991.

"Terdapat kondisi dimana perjanjian START dibatalkan, dan opsi kali ini merupakan yang tercantum dalam perjanjian," kata Medvedev. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
indysche
21/12/2011
amerika teroris dunia,,,
Balas   • Laporkan
maswid
25/11/2011
AMERIKA dan sekutunya...!!! sekarang kena batunya.. maju terus RUSIA jangan mau di kadalin sama Amerika dan Sekutu2nya... udah banyak korbannya... negara2 yg gak bersalah dan dituduh macam2 (Irak, Afgan, Iran, Libya) sekarang dia mau ke timur...!!!
Balas   • Laporkan
kemalpasha | 17/12/2011 | Laporkan
iya.tuuuuh,,,, ganyang aja amerika, senengane ngrusohi negara liyo..
dayak_banjar
25/11/2011
Ayoooo peraang... mari datang ke Kalimantan.. hahaha...
Balas   • Laporkan
byu27 | 26/11/2011 | Laporkan
Kalimantan Utara, ya? He, he, he! Sasaran empuk, 'tu!
yonardi.jeffri
24/11/2011
Lama gak perang, keasikan damai jadi pada ga punya ajang uji coba teknologi dan senjata baru, jadi pada gampang panas nih mau nunjukin kekuatan masing2.
Balas   • Laporkan
cing_ala2
24/11/2011
Agan2 perhatiin ga, itu nama rudal canggih Rusia kok Iskandar ya??? bukannya itu identik dgn nama orang Indonesia??? ato jgn2 ada orang kita di Rusia yg hebat bwt senjata2...wah wah wah andai benar boleh juga ituwh
Balas   • Laporkan
01091980 | 24/11/2011 | Laporkan
berarti yg paling ok itu sebenarnya bangsa Indonesia ya kan?
kakak_bagus
24/11/2011
ojo nesu.. ora intok nesu too??? ojo perang ndisik,, aku durung nikah re... ok ok pak boss
Balas   • Laporkan
hackers.indo | 24/11/2011 | Laporkan
o joss bossssss....
triadnyana
24/11/2011
John Titor,saya khawatir anda benar T_T
Balas   • Laporkan
frogman
24/11/2011
the end is near.....
Balas   • Laporkan
labaza
24/11/2011
siap2 PD III
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id