DUNIA

Tragedi Rawagede: Belanda Siapkan Kompensasi

Selain minta maaf, muncul kabar Belanda menyanggupi kompensasi masing-masing 20.000 euro

ddd
Selasa, 6 Desember 2011, 11:12
Cawi Salah Seorang Janda Pembantaian Rawagede
Cawi Salah Seorang Janda Pembantaian Rawagede (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pemerintah Belanda bersedia untuk menyatakan permohonan maaf secara resmi atas pembantaian penduduk Desa Rawagede di Karawang semasa Perang Kemerdekaan 1947. Selain minta maaf, muncul kabar bahwa Belanda menyanggupi pemberian ganti rugi kepada sembilan pihak korban maupun kerabatnya, masing-masing sebesar 20.000 euro, sekitar Rp241,6 juta.

Kementerian Luar Negeri Belanda telah menyatakan bahwa duta besar mereka di Jakarta akan mengutarakan maaf secara resmi pada peringatan 64 tahun Pembantaian Rawagede tanggal 9 Desember mendatang. Sejak lama Desa Rawagede telah berganti menjadi Balongsari.

"Permintaan maaf ini merupakan keadilan yang setimpal atas seriusnya peristiwa di Rawagede. Saya harap ini akan membantu para kerabat untuk menutup lembaran kelam yang luar biasa itu dalam hidup mereka sehingga mereka bisa terfokus menatap ke depan," kata Menteri Luar Negeri Belanda, Uri Rosenthal, dalam pernyataan di laman Kemlu Belanda.

Pernyataan maaf itu sesuai dengan vonis dari hakim pengadilan sipil di Den Haag September lalu. Selain permintaan maaf, hakim menyatakan bahwa pemerintah sebagai pihak tergugat harus memberi kompensasi kepada pihak penggugat, yaitu tujuh janda, seorang anak perempuan dan seorang korban Pembantaian Rawagede, yang saat itu masih hidup.

Menurut kabar dari sejumlah media, seperti dari laman Dutch News, pemerintah Belanda telah sepakat untuk membayar kompensasi kepada mereka, masing-masing sebesar 20.000 euro. Bila benar demikian, Pemerintah Belanda harus menyiapkan total anggaran 180.000 euro untuk kompensasi.

Menlu Rosenthal, seperti dikutip Radio Netherlands, menginginkan agar pemberian kompesasi sudah bisa disepakati jelang Peringatan Pembantaian Rawagede 9 Desember mendatang.

Namun, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta belum memberi komentar atas kompensasi itu, baik mengenai jumlah maupun tata cara pemberiannya. Menurut staf Kedubes Belanda saat dikontak VIVAnews, para diplomat tidak bisa dihubungi karena sedang rapat sejak Kamis pagi hingga sore.

Selain dari perintah pengadilan, Pemerintah Belanda juga mendapat tekanan dari para politisi. Partai Kiri Hijau dan Partai Sosialis di parlemen meminta pemerintah untuk segera menyampaikan permohonan maaf kepada kerabat korban Pembantaian Rawagede.

Pembantaian penduduk Rawagede oleh pasukan Belanda pada Desember 1947 itu diyakini merenggut 431 jiwa. Namun, dokumen resmi Belanda menyatakan jumlah korban yang tewas hanya 150 jiwa.

Kisah Tragedi Rawagede dan perjuangan korban mencari keadilan di Belanda dapat disimak dengan membuka tautan ini. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
e-jav
09/12/2011
betol. jangan ampe jatuh ke tangan para pejabat. n buat para pejabat,sadarlah kalian. jgn suka nyunatin uang rakyat. haram hukumnya.
Balas   • Laporkan
linosa
06/12/2011
Semoga kompensasinya jatuh ke tangan orang yg benar2 berhak & tdk dikorupsi ama "calo" pejabat.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com