DUNIA

Mesjid di Palestina Kembali Dibakar

Pelaku diduga adalah kelompok Yahudi sayap kanan nasionalis.
Kamis, 8 Desember 2011
Oleh : Denny Armandhanu
Sebuah mesjid di Palestina yang dibakar

VIVAnews - Sebuah mesjid di Tepi Barat Palestina kembali dibakar, diduga oleh kelompok pemuda Yahudi sayap kanan. Seperti kejadian sebelumnya, para pelaku juga mencoret-coret dinding mesjid.

Seperti diberitakan oleh CNN, mesjid di desa Burqin, Tepi Barat, dibakar pada Rabu dini hari 7 Desember 2011. Menurut juru bicara kepolisian Israel Samari Luba, pelaku melemparkan ban yang telah dibakar ke pintu mesjid. Mereka juga membakar dua mobil yang berada di sekitar lokasi.

Luba mengatakan, tidak ada warga yang terluka dalam peristiwa tersebut. Kepolisian Israel menduga, pelaku adalah kelompok pemuda Yahudi sayap kanan nasionalis. Kepolisian Israel masih dilakukan penyelidikan.

Gubernur distrik yang mencakup desa Burqin, Isaam Abu Baker, mengatakan para pelaku yang diduga berasal dari pemukiman Yahudi di Ariel mendatangi mesjid antara pukul 3.00 dan 4.00 pagi. Dugaan ini muncul setelah melihat salah satu coretan di dinding mesjid yang berbunyi, "Avi, pahlawan Ariel."

"Ini bukan pertama kalinya terjadi dan dilakukan terang-terangan," kata Abu Baker.

Pembakaran mesjid telah berlangsung sejak akhir tahun lalu di Tepi Barat. Para pelaku biasanya menuliskan grafiti berbunyi "label harga" di tembok mesjid. Pelaku diduga adalah para pemukim Yahudi ilegal yang kerap digusur oleh pemerintah Israel. Kemarahan mereka dilampiaskan kepada mesjid-mesjid di Tepi Barat yang termasuk ke dalam bangunan yang diratakan apabila akan dibangun pemukiman.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah besar saat mendengar adanya berbagai kasus pembakaran mesjid. Dia memerintahkan jajaran keamanan untuk menangkap para pelaku. Tiga orang tentara ditahan, diduga memiliki hubungan dengan peristiwa label harga.

Menurut Badan Koordinasi Kemanusiaan PBB, jumlah serangan ke Palestina oleh para pemukim Yahudi meningkat 40 persen dibandingkan tahun lalu, dan meningkat 165 persen jika dibandingkan dengan tahun 2009.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found