DUNIA

Lawan NATO, Rusia Rancang Rudal 100 Ton

Rudal ini dapat menghancurkan sistem pertahanan rudal milik NATO dan AS di Eropa.
Rabu, 21 Desember 2011
Oleh : Denny Armandhanu
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menyaksikan uji coba rudal

VIVAnews - Rusia mengumumkan rencana untuk mengganti rudal lama dengan rudal baru yang lebih canggih. Peningkatan kapasitas pertahanan ini dilakukan untuk melawan sistem pertahanan rudal NATO dan AS di Eropa.

Seperti dilaporkan The Envoy, melansir dari kantor berita RIA Novosti, Rabu 21 Desember 2011, rencana ini disampaikan oleh Komandan tentara rudal Kementerian Pertahanan Rusia, Sergei Karakayev, pekan lalu. Dia mengatakan Rusia akan membangun fasilitas peluncuran rudal baru yang dapat mencapai wilayah-wilayah di Eropa.

Fasilitas ini nantinya akan digunakan untuk menembakkan rudal baru yang tengah dirancang. Rudal balistik antar benua yang akan dibuat nanti disebut-sebut berobot hingga 100 ton, cukup untuk menghancurkan fasilitas pertahanan rudal AS dan NATO di beberapa wilayah di Eropa. Rudal ini akan menggantikan rudal Voyevoda R-36M2 Satan ICBM.

"Rudal ICBM Rusia tidak akan bisa menembus sistem pertahanan rudal NATO," kata Karakayev. Rudal ini dijadwalkan akan selesai dibuat pada 2015 mendatang.

Rusia kemarin juga telah melakukan uji tembak rudal interceptor jarak dekat. Uji Tembak yang dilakukan di wilayah Sary-Shagan, Kazakhstan, ini adalah bagian dari upaya Rusia untuk meningkatkan tameng anti rudal mereka. Tujuan pengujian adalah untuk melihat karakteristik teknis dari rudal.

Peningkatan pertahanan Rusia digalakkan setelah pembicaraan antara pemerintahan Dmitry Medvedev dengan NATO dan AS soal sistem pertahanan rudal Eropa menemui jalan buntu. Rusia menolak rencana Amerika Serikat dan NATO membangun sistem pertahanan rudal (anti-ballistic missile defense/ABM) di beberapa negara di Eropa Timur. NATO berdalih, sistem yang akan rampung 2020 ini demi melindungi sekutu-sekutu AS dari serangan Iran.

Rusia khawatir, alih-alih pertahanan, rudal tersebut akan digunakan AS untuk mengincar persenjataan nuklir Rusia. Baik AS dan NATO juga menolak memberikan jaminan tertulis bahwa rudal mereka tidak akan digunakan untuk menyerang Rusia. Medvedev mengancam akan menghancurkan ABM milik NATO jika tetap dibangun.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found