DUNIA

Tembakan Sniper Ini Bunuh 255 Orang di Irak

Tembakan pertamanya membunuh seorang wanita pembawa granat.
Rabu, 4 Januari 2012
Oleh : Denny Armandhanu
Chris Kyle, sniper AS pembunuh 255 orang di Irak

VIVAnews - Chris Kyle, seorang penembak jitu (sniper) asal Amerika Serikat dijuluki "Iblis dari Rahmadi" bukan tanpa alasan. Selama bertugas di Irak, dia telah membunuh 255 orang. Akibatnya, kepalanya dihargai ratusan juta rupiah oleh para pemberontak.

Dilansir dari Daily Mail, Selasa 3 Januari 2012, nama Kyle harum sebagai penembak jitu paling mematikan dalam sejarah kemiliteran AS. Dia mendapatkan tiga medali Silver Star dan lima medali Bronze Star atas jasa-jasanya.

Dia pernah tertembak dua kali dan terkena enam ledakan saat bertugas di pasukan khusus angkatan laut AS, Navy SEAL. Tembakannya terkenal paling jitu di antara sniper AS lainnya. Tembakan terjauhnya dilakukan pada jarak 1,9 kilometer dan tepat menembak mati seorang pemberontak yang akan melontarkan roket.

Saat itu dia menggunakan senapan 338 Lapua Magnum, senapan yang tidak biasa dia gunakan. Biasanya saat bertugas, dia senang menenteng senapan 300 Winchester Magnum. Entah keberuntungan atau memang handal, senapan baru tersebut langsung manut pada kehendaknya.

"Tuhan meniupkan peluru itu dan mengenainya," kata Kyle.

Saat bertugas di Irak, Kyle telah menembak mati 255 orang, 160 di antaranya diakui oleh Pentagon. Dalam pertempuran kedua di Fallujah saja, Kyle telah membunuh 40 orang.

Jumlah ini mengalahkan rekor sniper AS sebelumnya, Adelbert F, yang menembak 109 orang pada Perang Vietnam, dan Carlos Hathcock yang membunuh 93 orang, juga di Vietnam.

Karena inilah, para pemberontak di Irak menjulukinya dengan nama 'Al-Shaitan Ramad' atau Iblis dari Rahmadi. Pemberontak juga menaruh harga US$20.000 (Rp181 juta) untuk kepala Kyle.

Dalam bukunya yang telah terbit, "American Sniper", Kyle yang pensiun setelah bertugas 10 tahun, mengatakan tugas pertamanya adalah membunuh seorang wanita di Irak. Keraguan sempat datang saat perintah tembak diucapkan oleh atasannya.

Lalu dia melepaskan tembakan. Ternyata wanita itu hendak melemparkan granat ke tentara Angkatan Laut. Tembakan pertama, wanita itu menjatuhkan granatnya. Tembakan kedua, granat tersebut meledak. Setelah empat kali penempatan di Irak, dia mengaku tidak ragu lagi melepaskan tembakan.

"Memang tugas saya untuk menembak musuh, saya tidak menyesal. Penyesalan saya mucul jika saya tidak bisa menyelamatkan tentara dan kawan. Saya tidak naif. Momen paling buruk dalam hidup saya adalah ketika bergabung dengan SEAL. Tapi saya bisa bersaksi di hadapan Tuhan dengan kesadaran penuh tentang pekerjaan saya," kata Kyle.

Kendati Kyle telah membunuh banyak orang, namun rekor pembunuhan oleh snipe masih dipegang oleh Simo Hayha, tentara Finlandia yang membunuh 542 tentara Soviet pada Perang Dunia II.

Aksi Chris Kyle dalam mengincar targetnya pada Perang Fallujah, Irak

Aksi Chris Kyle dalam mengincar targetnya para Perang Kedua Fallujah di Irak.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found