DUNIA

30-4-1975: Perang Vietnam Berakhir

Setelah hampir 20 tahun konflik senjata, kekuatan komunis berhasil mempersatukan Vietnam

ddd
Senin, 30 April 2012, 08:44
Suasana Perang Vietnam 1975
Suasana Perang Vietnam 1975 (REUTERS)

VIVAnews - Pada 37 tahun lalu, Perang Vietnam berakhir. Berakhirnya kecamuk selama hampir 20 tahun ini ditandai dengan menyerahnya Vietnam Selatan tanpa syarat kepada pasukan komunis Vietnam Utara, yang sebelumnya berhasil memaksa AS keluar dari negeri mereka lewat perjanjian damai pada 1973. 

Stasiun berita BBC mengungkapkan bahwa Presiden Vietnam Selatan, Duong Van Minh, yang saat itu baru tiga hari menjabat, memerintahkan pasukannya untuk meletakkan senjata.

Dia juga menyerukan agar Pasukan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan menghentikan permusuhan. Pengumuman menyerah itu diikuti dengan kedatangan pasukan Vietnam Utara ke ibukota Vietnam Selatan, Saigon. 

Kedatangan mereka tidak dihalang-halangi. Sebagai akibatnya, Saigon segera berganti nama menjadi Ho Chi Minh City. Pernyataan dari Pemerintah Revolusioner Sementara di Paris, Prancis, menjanjikan kebijakan tidak memihak, dan penyatuan secara damai di Vietnam.

Pemerintah Vietnam Selatan menyerah hanya empat jam setelah terjadi evakuasi besar-besaran warga Amerika Serikat di Saigon. Presiden AS saat itu, Gerald Ford, bangga karena telah menyelamatkan rakyat dan tentaranya dari Vietnam melalui evakuasi dengan sejumlah helikopter.

Namun, jalannya  evakuasi itu tidak berjalan mulus karena terjadi huru-hara dan suasana putus asa di Saigon. Selain warga AS, banyak warga Vietnam Selatan berebut menuju Kedutaan Besar AS agar ikut diungsikan dari kota itu karena merasa takut dengan kedatangan tentara komunis. 

Ford memerintahkan kapal-kapal AS untuk tetap berada di perairan Vietnam agar menjemput para pengungsi hingga tuntas. Namun tindakan ini dicerca oleh Vietnam Utara, yang berusaha mencegah para pengungsi melarikan diri.

Bagi para aktivis dan politisi anti perang, berakhirnya konflik di Vietnam sekaligus menutup lembaran kelam intervensi AS di sana. Alih-alih ingin meredam pengaruh komunis di wilayah itu, AS justru mengalami pertempuran sengit melawan Vietnam Utara selama lebih dari sepuluh tahun. 

Kendati didukung alat-alat perang yang canggih, puluhan ribu nyawa tentaranya melayang dan Washington harus menarik tentaranya dari Vietnam tanpa hasil setelah diguncang maraknya demonstrasi anti perang di negeri sendiri. AS pun tidak bisa mencegah jatuhnya Vietnam Selatan ke tangan kekuasaan komunis Vietnam Utara.

Di pihak Vietnam, perang dari 1 November 1955 hingga 30 April 1975 ini menimbulkan korban jiwa yang tak terhingga. Perhitungan dari pemerintah Vietnam menyebutkan bahwa pasukan Vietnam Utara dan milisi Viet Cong yang tewas sekitar 1,1 juta jiwa. 

Di pihak Vietnam Selatan, jumlah tentara yang tewas sekitar 250.000 jiwa. Ini belum termasuk jumlah korban di pihak sipil, yaitu sekitar dua juta jiwa, baik dari pihak utara dan selatan.

 

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sentrocampo
30/04/2012
Ternyata korban perang jauh lebih besar daripada korban Tsunami raksasa.
Balas   • Laporkan
neosack | 30/04/2012 | Laporkan
sebenar nya perang itu lah yg dinamakan kiamat /akhir zaman.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com