DUNIA

Australia Berhasil Surplus Anggaran

Surplus ini terjadi berkat penghematan pos-pos belanja rutin dan penundaan beli jet tempur

ddd
Selasa, 8 Mei 2012, 14:12
PM Australia Julia Gillard
PM Australia Julia Gillard (REUTERS)

VIVAnews - Australia menyatakan bahwa mereka berhasil mengakhiri defisit anggaran negara yang telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut. Ini berkat penghematan atas alokasi pengeluaran rutin dan program militer yang disusun pemerintah Negeri Kanguru itu.

"Kami kembali kepada surplus yang lumayan untuk tahun anggaran 2012/2013, karena tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang solid, dan aliran investasi yang sangat besar sekaligus berhasil menahan inflasi," kata Menteri Keuangan Wayne Swan hari ini seperti yang dikutip kantor berita Reuters.

Swan mengungkapkan bahwa Australia akan mengalami surplus anggaran sekitar A$1,5 miliar (US$1,53 miliar) untuk tahun fiskal hingga 30 Juni 2013. Di kalangan negara maju, apalagi dibandingkan dengan situasi di AS dan Eropa, pencapaian Australia ini luar biasa setelah bertahun-tahun berjuang mengatasi defisit anggaran sejak ikut menderita resesi global 2008.

"Bila melihat situasi dunia sekarang, termasuk yang terjadi di Eropa, kita bisa saksikan bahwa fundamental ekonomi Australia tergolong kuat," kata Swan

Menurut dia, status surplus ini akan tetap mempertahankan Australia pada kelompok peringkat tertinggi, AAA, di semua lembaga pemeringkat kredit. Ini juga akan memberi peluang bagi Bank Sentral Australia untuk kembali mengurangi tingkat suku bunga, setelah pekan lalu turun sebesar 50 basis poin.

Kondisi anggaran yang surplus itu, lanjut Swan, akan dicapai melalui sejumlah penghematan atas beberapa pos anggaran rutin. Program penghematan ini juga termasuk menunda selama dua tahun proyek pemesanan pesawat tempur canggih F-35 buatan Lockheed Martin senilai A$2 miliar.

Kabar gembira itu, ironisnya, muncul saat pemerintahan Perdana Menteri Julia Gillard dari Partai Buruh tengah tidak populer. Bahkan, menurut sejumlah survei, turunnya popularitas PM Gillard mendekati rekor terendah.

Sementara itu, kalangan ekonom mempertanyakan apakah status surplus anggaran Australia masih dibutuhkan. Ini mengingat Bank Sentral baru saja menurunkan tingkat suku bunga dan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Pemangkasan anggaran belanja kemungkinan akan diikuti oleh pembayaran untuk pos berbiaya rendah, demi menghidari gejolak anti penghematan yang telah menjungkalkan partai-partai berkuasa seperti yang telah menimpa Prancis dan Yunani awal pekan ini setelah Pemilu di negara masing-masing. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com