DUNIA

Tragedi Houla: Anak-anak Dikapak dan Ditusuk

108 orang tewas, lebih dari 30 anak-anak, dalam pembantaian pekan lalu di Houla, Suriah

ddd
Selasa, 29 Mei 2012, 14:51
Pemakaman massal korban pembantaian di Kota Houla Suriah
Pemakaman massal korban pembantaian di Kota Houla Suriah (REUTERS/Shaam News Network/Handout)

VIVAnews - Kengerian pembantaian warga kota Houla di Suriah masih terus terngiang. Dalam beberapa wawancara saksi mata terungkap, tentara bayaran rezim Bashar al-Assad atau Shabiha tidak kenal ampun, membantai wanita dan anak-anak.

Stasiun berita CNN, Selasa 28 Mei 2012, menyajikan laporan beberapa saksi mata yang terekam liputan wartawan lokal, media asing tidak diperbolehkan masuk Suriah, hanya mengandalkan rekaman yang berhasil lolos keluar. Sebanyak 108 orang tewas, lebih dari 30 anak-anak, dibantai seperti binatang di dalam rumah mereka sendiri.

Mayat para bocah malang itu sangat mengenaskan. Beberapa perutnya terburai, beberapa lainnya luka parah di kepala dan dada. Dalam sebuah rekaman terlihat mayat anak-anak di lantai bersimbah darah, mata mereka membelalak, dan pakaian mereka sobek sobek.

Saksi mata mengatakan bahwa bocah itu tutup usia bukan hanya karena ditembak, tapi juga ditusuk belati atau dikapak hingga mati. Seorang lelaki dalam rekaman yang diposting online memperlihatkan mayat anak-anak yang ditutupi selimut. Membuka salah satunya dia berkata, "Mereka hanyalah anak-anak, apa salah mereka Bashar? Apa salah mereka Arab?" ujarnya lirih.

Menurut laporan Human Right Watch (HRW) pembantaian terjadi Jumat pekan lalu pukul 2 siang, usai solat Jumat. Sebagian besar warga kota Houla adalah warga Sunni yang tinggal dikelilingi oleh desa-desa Syiah dan Alawi, sekte yang dianut Bashar al-Assad. Tentara Shabiha awalnya baku tembak dengan Tentara Pembebasan Suriah, namun meluas hingga membunuhi warga.

Shabiha menggunakan tank dan mortir menggempur pemukiman di Houla. "Sekitar pukul tujuh malam, penggempuran semakin keras dan seluruh gedung bergetar. Tentara menembakkan roket yang mengguncang wilayah itu," tulis laporan HRW.

Seorang bocah 10 tahun mengisahkan horornya. "Di ujung jalan saya melihat teman saya Shafiq, 13 tahun, berdiri sendirian. Seorang berpakaian militer menariknya dan menaruhnya di pojok rumah. Lalu Shafiq ditembak di kepalanya. Ibunya dan kakak perempuannya, sekitar 14 tahun, keluar dan teriak. Tentara yang sama kemudian menembaki mereka berdua," ujarnya.

"Saya melihat Shafiq tergeletak mati. Tiga wanita lainnya, dua di antaranya membawa anak, juga ditembak. Beberapa ditembak di kepala, lainnya ditembak beberapa kali di tubuh. Seorang anak usia 14 tahun berhasil selamat, dia tertembak dua kali di kakinya. Sepupu saya mati ditembak di dada," lanjutnya lagi.

Kutukan Internasional

Horor di Houla memicu protes keras dan rasa jijik dari berbagai negara dan komunitas internasional. Dewan Keamanan PBB secara bulat mengutuk serangan tersebut.

Negara-negara seperti Jerman, Inggris dan Prancis menolak dengan keras alasan pemerintahan Assad yang mengatakan bahwa kebanyakan korban tewas dibunuh oleh teroris. Mereka tidak termakan bualan seperti itu.

"Buktinya sudah jelas, ada jejak yang nyata bahwa pemerintah Suriah berada di balik pembantaian ini," kata Duta Besar Jerman untuk PBB Peter Wettig.

Bahkan China dan Rusia, dua sekutu dekat Suriah, ikut serangan tidak berperikemanusiaan tersebut. Rusia mengatakan bahwa pemerintah Assad harus bertanggungjawab atas kematian ratusan orang di Houla.

Hal ini mengindikasikan goyahnya dukungan Rusia pada Assad. Sebelumnya, bersama dengan China, Rusia berkali-kali memveto resolusi Dewan Keamanan untuk perdamaian Suriah.

PBB melaporkan, sejak demonstrasi anti Assad pecah tahun lalu, lebih dari 9.000 orang di Suriah tewas. Kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Namun, kelompok oposisi memiliki angka yang berbeda. Menurut mereka, sipil yang dibantai hampir mendekati jumlah 11.000 orang. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
budique
05/06/2012
Qodarulloh, Alloh telah membuka mata bahwa begitulah Syiah kalo dia berkuasa.semoga umat islam yang masih berpandangan positif tentang syiah terbuka mata hatinya bahwa syiah bentrok sama israel hanya krn berebut wilayah saja bukan utk islam.
Balas   • Laporkan
antojkt2
31/05/2012
aduh kok pada komentar bela2in eslam sih? yang namanya eslam mau syiah suni sama saja dasarnya.
Balas   • Laporkan
badboy21
30/05/2012
giliran kasus begini ngomongnya itu bukan islam ... iran itu syiah, ntar klo iran ada masalah ama israel langsung teriak oloh akbar islam ditindas ... aya aya wae
Balas   • Laporkan
owner.gold.7 | 30/05/2012 | Laporkan
Anda silahkan lihat di U-tube! atau tanya Ustad antum yang belajar agama di Madinah/saudi/yordan yang islamnya belum tercemar animisme/dinamisme/budaya. Pasti jawabnya SYI'AH bukan ISLAM. Alqur'anya saja sudah berbeda dengan Originalnya. Belajar agama lah
owner.gold.7
30/05/2012
Bismillahirrohmanirrohim. Syiah itu bukan ISLAM. Syiah adalah agama baru bentukan Yahudi yang mengaku sebagai keturunan dari Fatimiyin. Jadi Syiah = KAFIR. Alqurannya beda, tidak mengakui hadits dari Nabi muhammad. Dia punya hadits sendiri.
Balas   • Laporkan
owner.gold.7 | 30/05/2012 | Laporkan
mayoritas di Suriah adalah Islam Ahlussunnah waljama'ah dan minoritas di suriah adalah Syiah. BASHAR al Assad adalah Syi'ah jd dia memang ingin memberantas ISLAM ahlussunnah waljama'ah.
kangjuha
30/05/2012
cek di youtube, search : Syria - Houla Massacre an INSIDE JOB by FSA 26-05-2012, gw bikin link ke youtube di sini tapi di reject trus ama vivanews...
Balas   • Laporkan
owner.gold.7 | 30/05/2012 | Laporkan
Iran ngebantu pemerintah Suriah karena IRAN dengan pemerintah Bashar al assaad = SYI"AH. makanya Iran ngebela.
tai_katak
30/05/2012
Bgtulah bngs arab. Saling bunuh2an, haus darah, sampai2 minum darah bangsa sendiri. Amit2 masih baik Indonesiaku. Ramah, sopan dn toleransi sesama yg sangat tinggi.
Balas   • Laporkan
owner.gold.7 | 30/05/2012 | Laporkan
Bukan bangsa arabnya akhi tapi ini udah perang agama yaitu Islam VS Syi'ah. Mayoritas orang indonesia tidak tahu kalo Syi'ah itu Bukan Islam. Karena itu banyak yang nga komen soal suriah. Syi'ah itu bentukan Yahudi. kalo antum ngaji Insya4JJ1 bakalan tau.
01203
30/05/2012
berjenggot: fitnah?..harusnya seperti ini ..hukum asad dan hukum israel..kalo memang keadilan internasional itu ada..pembantaian di palestina tidak kalah mengerikan(pembantaian teroganisir)< dan amerika bungkam..politik standar ganda amerika tidak aneh..
Balas   • Laporkan
owner.gold.7 | 30/05/2012 | Laporkan
Kalian jangan pernah bangga dengan IRAN! karena IRAN itu SYI'ah agama yang mengaku ISLAM padahal BUKAN. Kalian bisa tanya kepada para ustad. Insya4JJ1 mereka tau
kangjuha | 30/05/2012 | Laporkan
cek di youtube, search : Syria - Houla Massacre an INSIDE JOB by FSA 26-05-2012, gw bikin link ke youtube di sini tapi di reject trus ama vivanews...
berjenggot
30/05/2012
Suriah membantai rakyatnya sendiri. Seperti biasa, ayo kita fitnah amerika dan yahudi sebagai pelakunya! "Ini perbuatan agen yahudi yang dibiayai oleh amerika laknatulloh...!"
Balas   • Laporkan
01203 | 30/05/2012 | Laporkan
fitnah palalo peyang..."politik standar ganda amerika"
tai_katak | 30/05/2012 | Laporkan
Logika konyol, fitnah murahan, lmpar batu smbunyi tangan, dsar jnggot jorok.
manitou
29/05/2012
bos diem aja...
Balas   • Laporkan
adi80
29/05/2012
Kita harus waspada terhadap perkembangan SYIAH di Indonesia, apabila kita tidak waspada maka apa yang terjadi di Suriah dapat terjadi di Indonesia. Barat akan membiarkan ini semua karena berkawan dengan Syiah,
Balas   • Laporkan
antojkt2 | 31/05/2012 | Laporkan
yang bom bunuh diri, syi;ah atau sunni?
kangjuha | 30/05/2012 | Laporkan
cek di youtube, search : Syria - Houla Massacre an INSIDE JOB by FSA 26-05-2012, gw bikin link ke youtube di sini tapi di reject trus ama vivanews...
neosack | 30/05/2012 | Laporkan
makanya jgn percya dgn bangsa laen, kita punya berbagai suku pun msih sering konflik pdhal klo kita saling menghargai akan semakin Indah perbedaan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id