DUNIA

Ikhwanul Muslimin Klaim Kemenangan di Mesir

Penghitungan hampir rampung, Mursi mendapat lebih dari setengah jumlah suara.

ddd
Senin, 18 Juni 2012, 09:47
Para pendukung Mohamed Mursi, Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin
Para pendukung Mohamed Mursi, Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany )

VIVAnews - Pemilihan presiden putaran kedua di Mesir berlangsung pada Minggu kemarin. Walaupun hasil resmi penghitungan suara belum keluar, namun Ikhwanul Muslimin (IM) telah mengklaim kemenangan calonnya, Mohamed Mursi.

Dilansir Reuters, Senin 18 Juni 2012, IM mengklaim bahwa Mursi telah mengalahkan Ahmed Shafiq, mantan pejabat era Hosni Mubarak dalam pemilu kemarin. IM mencatat, Mursi dari Partai  Kebebasan dan Keadilan mendapatkan 52,5 persen suara dalam penghitungan yang telah mencapai 98 persen.

"Mohamed Mursi adalah presiden yang terpilih pada pemilu pertama Mesir," tulis IM dalam situsnya.

Rencananya, hasil penghitungan suara akan diumumkan oleh pemerintahan militer sementara Mesir pada hari ini. Jika Mursi benar terpilih sebagai presiden, maka dia akan menjadi presiden pertama dari kalangan sipil, setelah selama enam dekade negara ini dipimpin oleh militer.

Pertaruhan politik dan stabilitas Mesir tidak akan berhenti dengan terpilihnya presiden nanti. Gejolak di pemerintahan masih terjadi, menyusul keputusan pengadilan pekan lalu membubarkan parlemen dan diambil alih oleh militer.

Sebagai kekuatan legislatif baru, militer Mesir telah membentuk tim untuk merancang konstitusi. Jika konstitusi rampung dan disetujui oleh referendum, barulah Mesir dapat melakukan pemilu ulang parlemen. Dari sini, barulah presiden Mesir mengambil alih kerja pemerintahan.

Rencananya, hari ini rancangan konstitusi baru akan diumumkan militer. Presiden saat ini hanya memiliki mandat untuk menunjuk menteri kabinet dan perdana menteri. Kekuasaan penuh akan diberikan jika konstitusi telah disetujui dan parlemen duduk di kursinya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan para aktivis dan tokoh politik Mesir, apakah militer akan menyerahkan kekuasaan atau tidak. Pekan lalu, pasca vonis pembubaran parlemen oleh pengadilan, Mesir kembali bergolak. IM mengatakan bahwa militer mencoba melakukan kudeta terhadap pemerintahan.(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com