DUNIA

Muslim di Eropa Utara Puasa Hingga 20 Jam

Di sana, waktu antara matahari terbit hingga terbenam sangat lama.

ddd
Rabu, 25 Juli 2012, 09:09
Pesona Kutub Utara dalam karya Terje Sorgjerd
Pesona Kutub Utara dalam karya Terje Sorgjerd (vimeo.com/terjes)

VIVAnews - Puasa di bulan Ramadan bagi Muslim yang tinggal di Lingkaran Arktik atau kutub utara adalah cobaan besar bagi keimanan mereka. Betapa tidak, di wilayah ini matahari hanya tenggelam beberapa jam saja, membuat puasa menjadi sangat lama.

Diberitakan Al-Arabiya, Selasa, hal ini terjadi di hampir seluruh negara Eropa bagian utara. Salah satunya adalah kota Rovaniemi di Finlandia yang terletak 66 derajat di Lingkaran Arktik. Di kota ini, matahari terbit pukul 3.20 dini hari dan tenggelam pukul 11.20 malam.

Berarti, antara shubuh dan magrib terbentang waktu yang sangat lama. Muslim di wilayah ini bisa berpuasa hingga 20 jam saat Ramadan. Apalagi jika Ramadan jatuh di musim panas, matahari hampir tidak pernah terbenam.

Muslim di wilayah ini terbagi dua dalam berpendapat soal ini. Sebagian mengikuti laju matahari, sebagian lainnya pilih ikut waktu di negara terdekat. Mahmoud Said, 27, warga Finlandia yang berasal dari Kenya pilih opsi kedua. Dia mengikuti jadwal puasa di negara tetangga, yaitu Turki.

"Kita harus gunakan akal sehat. Kami berpuasa 14-15 jam sehari," kata Said yang memperkirakan terdapat lebih dari 100 Muslim di Rovaniemi, kebanyakan berasal dari Irak, Somalia dan Afganistan.

Hal serupa juga dilakukan di negara Arktik lainnya, yaitu Alaska di Amerika Serikat. Setelah debat panjang, para cendekiawan Muslim di kota Anchorage, Alaska, pilih ikut jadwal puasa di Mekah.

Namun, hal berbeda disampaikan oleh Dewan Fatwa Eropa di Dublin. Para ulama di negara ini mengatakan jadwal puasa harus mengikut terbit-terbenam matahari, termasuk bagi mereka di utara Bumi. Tidak ada alasan.

"Debat masalah ini telah berlangsung bertahun-tahun. Kami berpuasa berdasarkan matahari, dari terbit sampai tenggelam. Ini dilakukan oleh 90 persen Muslim Swedia," kata Omar Mustafa, ketua Asosiasi Islam di Swedia.

Hal ini diterapkan oleh Kaltouma Abubakar dan sembilan anggota keluarganya di kota Rovaniemi. Tidak seperti Said, keluarga imigran Sudan ini berpuasa selama 20 jam sehari.

"Puasa di bulan Ramadan sangat lama. Berbuka sekitar pukul 11.30 malam. Sahur sekitar pukul 2 pagi," kata wanita 31 tahun ini yang mengaku mulai masak untuk berbuka pada pukul 5 sore.

Perhitungan Ramadan berdasarkan kalender bulan berlangsung di saat yang berbeda setiap tahunnya. Pada 2015 nanti, Ramadan diperkirakan akan jatuh pada titik balik matahari di Arktik, saat siang hari sangat lama. "Saat itu, kami hanya akan punya waktu 10 menit untuk berbuka puasa," kata Abubakar.

Kendati demikian, Abubakar sekeluarga menjalani puasa di utara dengan senang hati dan ikhlas. Terutama karena wilayah ini dingin, sehingga mereka tidak mudah kehausan. "Tidak seperti di Afrika, di Finlandia kau tidak akan cepat haus. Tidak peduli seberapa lama kau puasa, kau tidak terlalu ingin minum," kata dia. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jogo-bhumi
26/07/2012
perlu keputusan bersama ulama daerah setempat u di cari fatwa paling tepat u daerah 'istimewa' yg sgt berbeda dgn daerah timur tengah,kebalikan kalo puasa pas musim dingin ya cuma 6 jam saja .
Balas   • Laporkan
safiyah
26/07/2012
kasihan juga masyarakat modern maju harus mengikuti aturan tempo dulu yg kabur...disinilah dibutuhkan akal sehat untuk menelaahh...
Balas   • Laporkan
bapak.safiyah | 28/07/2012 | Laporkan
safiyah kamu ini nakal ya.
calm-_-joecy | 27/07/2012 | Laporkan
safiyah sotoy :D :P
benga | 26/07/2012 | Laporkan
ahh..loe asal ngomong aja..apa loe puasa..
joecy
25/07/2012
"Saat itu, kami hanya akan punya waktu 10 menit untuk berbuka puasa." Blom sampe sini ilmunya jaman turun perintah....
Balas   • Laporkan
profit.izzudin | 26/07/2012 | Laporkan
ibadah dalam Islam itu mudah bukan untuk mempersulit.saya yakin sudah ada ijma'(musyawarah ulama)yg membahas masalah ini dg melihat keumuman dan kekhususan."Kendati demikian, Abubakar sekeluarga menjalani puasa di utara dengan senang hati dan IKHLAS. Teru
joecy
25/07/2012
dulu waktu keluar aturan puasa dikiranya bumi itu sama semua (datar) jadi ga ngeliat masalah ginian..., gitu aja kok di debatin panjang2
Balas   • Laporkan
profit.izzudin | 26/07/2012 | Laporkan
cari jarak terdekat ke arah ka'bah maka sholat menghadap kesana.kecuali dalam perjalanan yg tidak memungkinkan menghadap ka'bah.kiblat berfungsi untuk menyatukan Umat Muslim Bang
calm | 26/07/2012 | Laporkan
bang profit : setuju kalau bumi itu bulat, dengan bentuk bumi yang bulat apabila seseorang sholat menghadap kiblat (kabah) otomatis orang tersebut juga membelakangi kabah. bagaimana menurut abang ?
profit.izzudin | 26/07/2012 | Laporkan
@joecy:pengakuan Islam tentang siang dan malam dan adanya garis edar menunjukkan bahwa bumi bulat bukan datar
sukhoi150
25/07/2012
apa hakikatnya ? apa hubungannya dengan GeLap dan Terang ?
Balas   • Laporkan
profit.izzudin | 25/07/2012 | Laporkan
hakikatnya : Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)
ikaza
25/07/2012
Salut, kita aja yang di INDONESIA banyak yang gak puasa
Balas   • Laporkan
iwankirana | 25/07/2012 | Laporkan
betul gan...
koberkobere
25/07/2012
diperlukan keikhlasan untuk menjalankan ibadah shaum... semoga allah memberkati shaum umat muslim semuanya.... aamiin....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id