Istri Petinggi RRC Pakai Joki di Pengadilan?

Gu Kailai (kanan)
Sumber :
  • CCTV / REUTERS

VIVAnews - Drama persidangan istri petinggi Partai Komunis China, Bo Xilai, rupanya belum berakhir. Sang istri, Gu Kailai, memang telah divonis oleh pengadilan. Namun, beredar kabar bahwa wanita yang hadir dalam sidang tersebut bukanlah Gu, melainkan orang lain.

Jejaring sosial di China diramaikan dengan beredarnya foto perbandingan antara wanita di pengadilan dan foto Gu. Jika diperhatikan, wanita di pengadilan itu lebih gemuk dan penampilannya tidak serapi Gu, yang berprofesi sebagai pengacara. Bahkan, dilansir surat kabar Daily Mail, kedua wanita tersebut nyaris tidak memiliki kemiripan.

"Perhatikan sudut bibir, kantong mata, dan telinga mereka. Fokus pada telinga dan kantong matanya," tulis seorang pengguna. Saudari adopsi Gu, Yu Shuqin, memiliki pendapat serupa. "Orang bisa menjadi segemuk apa saja, namun bentuk telinga tentu tidak bisa berubah," katanya, seraya menyebut wanita di persidangan sebagai penipu.

Di sisi lain, jurnalis Jiang Weiping yang sering berkontak dengan Gu dan suaminya selama bertahun-tahun, meyakini bahwa yang hadir di pengadilan adalah Gu asli. Diberitakan Zee News, harian Financial Times yang berbasis di London meminta pertimbangan pada pakar yang familiar dengan perangkat lunak facial recognition untuk memastikan identitas keduanya.

Mereka sendiri yakin, bukan Gu yang hadir dalam sidang. Entah siapa wanita itu dan apa motifnya 'menyamar' menjadi Gu.

Gu Kailai dijatuhi vonis "hukuman mati yang ditangguhkan" dalam sidang 20 Agustus lalu karena terbukti membunuh Neil Heywood, seorang pengusaha asal Inggris. Namun, vonis ini bisa berganti menjadi hukuman penjara seumur hidup bila terpidana tidak terlibat kejahatan serius lainnya dalam kurun dua tahun mendatang.

Deretan Negara Arab Ini ternyata Tolak Embargo ke Israel, Kok Bisa?

Bahkan, seperti dikutip The Wall Street Journal, Gu bisa bebas dari penjara dengan alasan medis bila sudah mendekam selama sembilan tahun. Bagi kalangan awam, ini merupakan hukuman yang tergolong aneh.

Kasus pembunuh ini ramai diberitakan media massa dan disebut sebagai sidang pengadilan yang paling menghebohkan dalam kurun 30 tahun terakhir.

Skandal pembunuhan ini dianggap menghancurkan karir politik Bo Xilai, yang pernah dipandang sebagai kandidat kuat dalam perebutan kursi pemimpin Partai China Komunis berikutnya. Dia bahkan sempat dijagokan bakal menduduki Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China, yang bakal berganti kepemimpinan akhir tahun ini.

340 Mayat Ditemukan di Rumah Sakit Gaza yang Hancur, PBB Menuntut Penyelidikan Independen
Syaikh Ismail Az Zaim Abu Sabaa' meninggal dunia

Syekh Abu Al Sebaa, Seorang Dermawan Penyedia Makan Gratis untuk Jemaah Umrah Meninggal Dunia

Syekh Abu Al Sebaa, sosok yang selama hampir 40 tahun telah mengabdikan hidupnya untuk menyediakan minuman panas dan makanan secara gratis untuk para jemaah di Madinah.

img_title
VIVA.co.id
24 April 2024