DUNIA

Jurang Pembangunan di ASEAN Masih Besar

Myanmar, misalnya, masih sulit samai ekonomi Singapura dan Indonesia
Selasa, 28 Agustus 2012
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Ilustrasi Kemiskinan, Penghuni Pinggiran Rel Kereta Api

VIVAnews - Negara-negara di Asia Tenggara masih berjuang keras mempersempit jurang pembangunan antara yang kaya dan miskin. Kesenjangan itu justru bisa menghalangi Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) dalam mewujudkan integrasi ekonomi, yang ditargetkan mulai berlaku pada 2015.

Penilaian itu disampaikan oleh Perdana Menteri Hun Sen dari Kamboja, negara yang tengah mendapat giliran memimpin ASEAN untuk tahun ini. "Kesenjangan pembangunan di kalangan negara ASEAN masih besar," kata Hun Sen saat membuka Pertemuan Tingkat Ekonomi ASEAN di kota wisata Siem Reap, Selasa 28 Agustus 2012.

Padahal, dia mengingatkan, Komunitas Ekonomi ASEAN akan berlaku kurang dari tiga tahun lagi. Namun, "ASEAN harus menghadapi berbagai tantangan dan menjembatani kesenjangan pembangunan, yang menghalangi realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN seperti yang direncanakan," kata Hun Sen, yang berpidato dalam Bahasa Kamboja dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris seperti dikutip laman harian The Star.

Dia menunjuk contoh betapa jomplangnya kesenjangan di kalangan sesama anggota ASEAN. Ekonomi di Myanmar, misalnya, masih tidak sebanding dengan anggota yang sudah maju seperti Singapura dan Indonesia, yang pertumbuhan ekonominya cukup dinamis.

"Ini membuat kami harus melipatgandakan upaya untuk mendorong pertumbuhan dan memperbaiki distribusi hasil pertumbuhan secara merata, baik di tingkat nasional maupun regional," lanjut Hun Sen.

Dana Sedikit

Dia menyadari bahwa ASEAN sebenarnya sejak tahun lalu sudah mempunyai dana infrastruktur bersama dengan anggaran awal hampir US$500 juta. Dana regional itu berguna untuk menawarkan pinjaman ke anggota ASEAN guna membangun jalan, rel kereta, dan proyek lain tanpa harus bergantung pada bantuan asing secara langsung. Namun, bagi Hun Sen, dana itu masih tergolong sangat sedikit.

Padahal, secara umum, pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara masih lebih baik dari kawasan-kawasan lain. Saat resesi masih mengguncang dunia, perekonomian di Asia Tenggara tahun lalu masih bisa tumbuh 4,7 persen. Walaupun tidak sebesar data 2010 yang mencapai 7,6 persen.

Bagi Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Hong Hin, pertumbuhan ekonomi di ASEAN sebenarnya telah menaikkan standar hidup bagi banyak orang.

"Namun, masih banyak yang tengah menunggu giliran untuk menikmati hasil dari pembangunan ekonomi. Kita jangan sampai gagal mewujudkannya," kata Lim dalam pernyataan tertulis dari Sekretariat ASEAN.

Memperkecil kesenjangan pembangunan memang menjadi salah satu agenda utama pertemuan di Siam Reap itu. (art)

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found