DUNIA

Iklan Pil Diet Picu Kemarahan Kaum Yahudi

Iklan ini dianggap membuka luka lama pembantaian Yahudi oleh Hitler.
Rabu, 12 September 2012
Oleh : Denny Armandhanu
Iklan di Estonia yang memicu protes kaum Yahudi

VIVAnews - Sebuah harian di Estonia memicu kemarahan umat Yahudi lantaran sebuah kolom iklan. Iklan itu dianggap membangkitkan luka lama, saat Yahudi dibantai oleh tentara Adolf Hitler.

Diberitakan Daily Mail pekan ini, iklan tersebut dipajang di lembar humor pada majalah mingguan Eesti Ekspress. Dalam iklan tersebut, terdapat gambar puluhan warga Yahudi yang kurus tinggal tulang, hanya berbalutkan selembar pakaian, di kamp konsentrasi Buchenwald pada Perang Dunia II.

Di samping gambar, terdapat tulisan: "Satu, Dua, Tiga... pil kurus Dr Mengele bekerja dengan ajaib! Tidak ada orang yang paling kurus di Buchenwald!" Tercatat, lebih dari 56.000 orang Yahudi terbunuh di kamp konsentrasi yang dibangun di Welmar, Jerman, ini pada tahun 1937.

Penerbitan iklan ini langsung menuai kecaman dari organisasi Yahudi di berbagai negara. Salah satunya datang dari ketua Simon Wiesenthal Center di Yerusalem, Efraim Zurroff, yang mengatakan bahwa iklan itu adalah humor murahan yang mengorbankan jutaan korban Nazi.

Komunitas Yahudi Estonia juga menyampaikan hal yang sama. Juru bicara komunitas ini, Alla Jakobson, mengatakan di harian Postimees bahwa iklan tersebut adalah cerminan dari masyarakat Estonia yang kian mengalami masalah moral dan etik.

Wakil Pemimpin Redaksi Eesto Ekspress, Sulev Vedler, mengatakan iklan itu bukan untuk menghina Yahudi. Namun, kata dia, iklan itu untuk mengejek perusahaan gas Estonia yang menggunakan gambar kamp konsentrasi Nazi Aushwitz untuk mempromosikan layanannya.

Perusahaan gas Estonia GasTerm Eesti sebelumnya dihujat lantaran memasang gambar gerbang kamp Auscwitz pada salah satu iklannya. Dalam iklan tersebut terpampang tulisan "Penghangat gas - Fleksibel, nyaman dan efektif." Gas digunakan Nazi untuk membunuh puluhan ribu Yahudi di kamp-kamp konsentrasi mereka. (sj)

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found