DUNIA

Inilah Tipe Helikopter Apache yang Ditawarkan AS ke RI

Apache AH-64D Longbow mulai dipakai Angkatan Darat AS pada Maret 1997

ddd
Jum'at, 21 September 2012, 09:53
Helikopter tempur Apache
Helikopter tempur Apache (REUTERS/Kim Hong-Ji )

VIVAnews - Pemerintah AS, melalui Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, mengumumkan rencana penjualan delapan unit helikopter Apache kepada Indonesia. Penjualan helikopter tempur itu menjadi kelanjutan kerjasama pertahanan kedua negara setelah AS memberi hibah 24 jet tempur F-16 ke Indonesia, yang masih harus dimutakhirkan (upgrade).

Menurut kantor berita Reuters, tawaran itu dikemukakan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, kepada Menlu Marty Natalegawa dari Indonesia di Washington DC pada Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB). Apache yang ditawarkan AS adalah seri AH-64D seri Longbow.

Dibuat oleh Boeing, AH-64 Apache merupakan helikopter andalan Angkatan Darat AS untuk operasi tempur terbatas. Menggantikan helikopter AH-1 Cobra, Apache mulai digunakan Angkatan Darat AS pada April 1986.

Menurut data dari Boeing.com, Apache seri AH-64D Longbow mulai dipakai Angkatan Darat AS pada Maret 1997. Selain AS, kini militer dari sejumlah negara sudah menggunakannya, yaitu Mesir, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Dibanding dari seri pendahulunya, AH-64D Longbow ini memiliki sejumlah kelebihan dalam konektivitas digital, sensor, sistem persenjataan, peralatan pelatihan, dan sistem dukungan pemeliharaan.

Helikopter yang dikendalikan dua awak ini juga dilengkapi teknologi presisi yang lebih baik dari seri awal. Pengembangan mesin dan navigasinya membuat helikopter tempur ini bisa terbang lebih lama dan lebih lincah bermanuver.

Apache AH-64D ini dalam beberapa tahun terakhir mengalami pengembangan varian. Menurut army-technology.com, varian Apache Block II mulai digunakan Angkatan Darat AS pada 2003. Varian ini dilengkapi sistem komunikasi digital yang lebih baik.

Selain itu, Angkatan Darat AS sejuak Oktober 2010 memulai pengembangan varian baru, yaitu Block III. Pada tahap ini AH-64 D mengalami pemutakhiran pada sensor televisi bercahaya rendah (LLTV), yang bisa memantau cahaya lampu jalan dan suar. Block III ini mulai dipasok sejak November 2011, demikian ungkap Flight International.(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bolo_sewu
22/09/2012
Ha ha ha pada usul loe? bereani berapa loe kasih fee buat ane? yang penting alutsista terpenuhi dan ada dana sisa buat i\uang lelahnya, semua happy.
Balas   • Laporkan
power.browns
21/09/2012
mendingan beli korek kuping, supaya bisa denger kemauan rakyat yang lapar, yeng belum tentu bisa makan 3x sehari..........
Balas   • Laporkan
neosack
21/09/2012
beli beberapa trus pretelin dehh buat di jiplak, mirip china gtu lohh yg suka jiplak produk rusia dan sekarang china udah bisa bkin produk sndri hingga bisa di buat generasi berikutnya.
Balas   • Laporkan
kelabanghijau | 22/09/2012 | Laporkan
itu bisa dilakukan,jika mahasiswa kita kerjanya belajar bukan ribut melulu..kedua jika universitas kita setidaknya menduduki peringkat 100 dunia dgn riset dan dana riset yg bertrilliun..nah skrg ?? pemerintah aja gak peduli dgn pendidikan kita yg hasil ou
oscarcharlie | 21/09/2012 | Laporkan
yakin kita bisa? lini produksi kita sudah siap belom?
andariesta
21/09/2012
Sudah harus beli pesawatnya dengan harga tinggi... dikeruk pula sumberdaya alam Indonesia...Sudah begitu mau saja kita didikte oleh USA... Oooh negeriku...!!
Balas   • Laporkan
weja
21/09/2012
Pak Presiden SBY jangan beli Alusita dari Amerik donk, lebih baik beLi dari Rusia karna Rusia sudah sejak dulu membantu kita dlm penyediaan Alusita utk melawan Belanda sekutunya AS
Balas   • Laporkan
maafdewa
21/09/2012
beli separuh saja biar ngirit
Balas   • Laporkan
maafdewa | 21/09/2012 | Laporkan
sisanya dibayar freeport
aliasmu
21/09/2012
kok beli pesawat tempur heli, mendingan pesawat jet..
Balas   • Laporkan
hady.sakura
21/09/2012
Kena embargo langsung mampus...haha.. mending buatan papabear
Balas   • Laporkan
frogman
21/09/2012
terus yg mau ditawarin yg mana .... Block III ? ga coba pertimbangin Hiu Hitam dari Rusia : Havoc ?
Balas   • Laporkan
frogman | 21/09/2012 | Laporkan
sorry salah...KA-50 Black Shark...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru