DUNIA

Foto Neymar di Majalah Menuai Kecaman

Foto Neymar disalib muncul pada edisi terbaru majalah Placar.
Sabtu, 29 September 2012
Oleh : Anry Dhanniary
Neymar saat tampil di Olimpiade

VIVAbola - Persatuan Uskup Nasional Brasil (CNBB) mengecam majalah Placar setelah menggunakan foto Neymar yang sedang disalib. CNBB menilai Placar menghina umat Kristen.

Placar adalah salah satu majalah olahraga paling sukses di Brasil sejak diterbitkan pada 1970. Namun, kali ini mereka menerima reaksi keras dari edisi yang akan keluar Oktober nanti.

Pada halaman depan edisi terbaru Placar, terpampang foto Neymar yang sedang disalib. Metafora ini menggaris bawahi kritik yang tengah mendera sang bintang muda karena dituding kerap melakukan diving belakangan ini.

Dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Presiden CNBB Cardinal Raymundo Damasceno Assis, dan Sekretaris Jenderal Dom Leonardo Ulrich Steiner. Hal tersebut dinilai "Menampilkan penghinaan terhadap perasaan orang".

"Persatuan Uskup Nasional Brasil menyatakan merasa sangat marah terhadap foto yang terpampang dalam halaman depan sebuah majalah olahraga, di mana gambar Yesus Kristus disamakan dengan wajah seorang pemain sepakbola," tulisnya dalam situs resmi CNBB.

"Kami sadar dengan kebebasan berbicara sebagai salah satu landasan negara kami dan hal itu menunjukan demokrasi, namun ada batasannya," tegasnya.

Dalam pernyataan tadi juga mengungkapkan kalau majalah itu tidak sadar sedang mengangkat isu sensitif yang belakangan ini bisa memicu kekerasan, akibat sebuah gambar yang menyinggung agama. Itu bisa memberikan kontribusi yang buruk terhadap usaha saling menghormati dalam perbedaan memeluk agama.

"Gambar itu menggunakan Yesus dalam hal yang tidak senonoh, meski direktur majalah tersebut membantah fakta itu," lanjutnya.

Pemuatan gambar itu juga dinilai menunjukan kurangnya rasa hormat terhadap umat Kristiani dengan cara yang berbahaya dan bisa menimbulkan provokasi.

Saat ini petisi online sudah diluncurkan untuk melawan penggunaan cover tersebut untuk edisi Oktober 2012, dan sudah sekitar 7000 orang menentang penggunaan gambar yang dianggap menghina tersebut. (irb)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found