DUNIA

Dua Tentara AS Perkosa Wanita Jepang di Okinawa

Kasus ini memicu protes keras dari pemerintah Jepang, termasuk Menhan.
Kamis, 18 Oktober 2012
Oleh : Denny Armandhanu
Tentara di pangkalan militer AS Futenma, Okinawa, Jepang.

VIVAnews - Dua tentara Angkatan Laut Amerika Serikat ditahan oleh kepolisian Okinawa, Jepang, setelah dituduh memperkosa seorang wanita. Pemerintah Jepang memprotes kejahatan tersebut, yang akan semakin meningkatkan tensi ketegangan di Okinawa.

Diberitakan CNN, Rabu 17 Oktober 2012, dua orang tentara AS dari pangkalan militer di Okinawa diketahui adalah kelasi Christopher Daniel Browning dan Bintara Skyler Dozierwalker. Kedua tentara yang berusia 23 tahun ini ditahan pada Selasa sore setelah memperkosa seorang wanita Jepang pada pagi hari. 

Akibat aksi bejat mereka, korban mengalami cedera pada lehernya. Kasus kejahatan mereka dilimpahkan ke kepolisian Okinawa untuk ditindaklanjuti.

Pasca peristiwa tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Shuji Kira memanggil Duta Besar AS untuk Jepang John Roos untuk menyampaikan protes. "Kami berkomitmen untuk bekerjasama secara penuh dengan pemerintah Jepang dalam investigasi ini," kata Roos.

Kemarahan juga disampaikan oleh Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto kepada Gubernur Okinawa Hirokazu Nakaima. "Saya sangat marah dan murka. Saya akan menekan AS untuk menerapkan disiplin yang sangat ketat," ujarnya.

Jika protesnya tidak ditanggapi AS, kata Morimoto, maka dia akan menyampaikan keberatan secara langsung pada Menhan AS Leon Panetta.

Kasus kali ini semakin menambah tegang hubungan antara tentara AS dan warga Okinawa. Sebelumnya, masyarakat Jepang sudah dibuat berang pada kasus perkosaan seorang bocah 12 tahun oleh tiga militer AS pada 1995. Pada tahun 2008, gadis 14 tahun juga mengaku diperkosa marinir AS di kota tersebut.

Berbagai peristiwa ini memunculkan isu dan desakan untuk pemindahan pangkalan militer AS di Okinawa. Akibat penentangan yang kuat, Perdana Menteri Yukio Hatoyama mengundurkan diri pada 2010 karena malu tidak mampu memenuhi janjinya merelokasi pangkalan tersebut. Padahal, dia baru menjabat selama delapan bulan.

Selain isu kriminal, warga merasa terganggu dengan berbagai masalah yang ditimbulkan militer AS, seperti polusi udara dan suara. Rencana AS untuk menempatkan pesawat MV-22 Osprey di pangkalan ini juga memicu protes, pasalnya pesawat ini punya banyak catatan kecelakaan.

AS dan Jepang pada April bulan ini berencana untuk memindahkan sebanyak 19.000 tentara AS di Okinawa. Rencananya mereka akan di relokasi di beberapa wilayah Asia Pasifik, termasuk Guam, Hawaii, dan Australia. Namun hingga hari ini, rencana tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya. (adi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found