DUNIA

Kronologi Penembakan Brutal di SD Sandy Hook

Pelaku menggunakan tiga senjata api milik ibunya yang dia bunuh.
Sabtu, 15 Desember 2012
Oleh : Denny Armandhanu
Suasana usai penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut

VIVAnews - Kota kecil Newtown yang tenang mendadak ricuh setelah seorang penembak menerobos masuk sebuah SD dan melepaskan tembakan. Menurut Reuters, sebanyak 28 orang tewas, 20 di antaranya adalah anak-anak.

Pelaku diketahui bernama Adam Lanza, 20, seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Daily Mail menuliskan berdasarkan sumber kepolisian, pelaku membawa sedikitnya tiga senjata api, termasuk dua pistol merk Glock dan Sig Sauer, dan sebuah senapan kaliber .223 merk Bushmaster.

Seluruh senjata ini adalah milik ibunya, Nancy Lanza, 52, yang tewas ditembak tepat di wajah di dekat rumahnya. Usai membunuh ibunya, sekitar pukul 9.30, Jumat waktu setempat, Adam langsung menuju sekolah Sandy Hook tempat Nancy bekerja sebagai guru TK.

Menurut Huffington Post, saat itu sekolah sudah dikunci sesuai dengan protokol keamanan. Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan. Orang pertama yang dibunuh adalah kepala sekolah Dawn Hochsprung di ruangannya. Lalu, Adam memasuki satu-per-satu kelas.

Polisi mengatakan, ada dua kelas yang dimasukinya. Semua orang dalam salah satu kelas itu tewas ditembak. Sesaat setelah insiden itu dimulai, polisi menerima panggilan darurat, dan segera mengirimkan tim SWAT serta medis ke lokasi.

Berbagai laporan yang masuk masih simpang siur, ada yang mengatakan pelaku mengenakan topeng dan baju anti peluru, dengan berbagai macam senjata. Sejam kemudian, polisi mengumumkan bahwa pelaku tewas. Diduga, Adam menembak dirinya sendiri. Proses forensik terhadapnya masih dilakukan.

Para pengguna Twitter ramai mengabarkan peristiwa itu. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa pelakunya adalah Ryan Lanza, 24, yang merupakan kakak Adam. Ryan membantahnya melalui statusnya di Facebook, dia menegaskan bahwa saat itu dia sedang di bus pulang dari tempat kerja.

Lima jam berselang, polisi menemukan banyak murid-murid dan guru yang masih bersembunyi di toilet dan lemari, terlalu takut untuk keluar. Seorang murid menggambarkan situasi saat itu seperti "medan perang". Murid lainnya mengaku peluru melesat di dekatnya di selasar sebelum guru menariknya berlindung.

Di TKP, polisi menemukan senapan pelaku di belakang sebuah mobil di sekolah. Dua pistol lainnya ditemukan di dalam sekolah. Senjata-senjata ini tercatat secara resmi milik Nancy Lanza.

Puluhan bocah usia 5-10 tahun menjadi korban tewas. Tragedi ini menjadi yang paling mematikan ke dua dalam sejarah AS setelah penembakan brutal di Kampus Virginia Tech, Blacksburg, yang menewaskan 32 orang pada 2007 silam.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found