DUNIA

Kronologi Penembakan Brutal di SD Sandy Hook

Pelaku menggunakan tiga senjata api milik ibunya yang dia bunuh.

ddd
Sabtu, 15 Desember 2012, 11:35
Suasana usai penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut
Suasana usai penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut (REUTERS/Michelle McLoughlin )

VIVAnews - Kota kecil Newtown yang tenang mendadak ricuh setelah seorang penembak menerobos masuk sebuah SD dan melepaskan tembakan. Menurut Reuters, sebanyak 28 orang tewas, 20 di antaranya adalah anak-anak.

Pelaku diketahui bernama Adam Lanza, 20, seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Daily Mail menuliskan berdasarkan sumber kepolisian, pelaku membawa sedikitnya tiga senjata api, termasuk dua pistol merk Glock dan Sig Sauer, dan sebuah senapan kaliber .223 merk Bushmaster.

Seluruh senjata ini adalah milik ibunya, Nancy Lanza, 52, yang tewas ditembak tepat di wajah di dekat rumahnya. Usai membunuh ibunya, sekitar pukul 9.30, Jumat waktu setempat, Adam langsung menuju sekolah Sandy Hook tempat Nancy bekerja sebagai guru TK.

Menurut Huffington Post, saat itu sekolah sudah dikunci sesuai dengan protokol keamanan. Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan. Orang pertama yang dibunuh adalah kepala sekolah Dawn Hochsprung di ruangannya. Lalu, Adam memasuki satu-per-satu kelas.

Polisi mengatakan, ada dua kelas yang dimasukinya. Semua orang dalam salah satu kelas itu tewas ditembak. Sesaat setelah insiden itu dimulai, polisi menerima panggilan darurat, dan segera mengirimkan tim SWAT serta medis ke lokasi.

Berbagai laporan yang masuk masih simpang siur, ada yang mengatakan pelaku mengenakan topeng dan baju anti peluru, dengan berbagai macam senjata. Sejam kemudian, polisi mengumumkan bahwa pelaku tewas. Diduga, Adam menembak dirinya sendiri. Proses forensik terhadapnya masih dilakukan.

Para pengguna Twitter ramai mengabarkan peristiwa itu. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa pelakunya adalah Ryan Lanza, 24, yang merupakan kakak Adam. Ryan membantahnya melalui statusnya di Facebook, dia menegaskan bahwa saat itu dia sedang di bus pulang dari tempat kerja.

Lima jam berselang, polisi menemukan banyak murid-murid dan guru yang masih bersembunyi di toilet dan lemari, terlalu takut untuk keluar. Seorang murid menggambarkan situasi saat itu seperti "medan perang". Murid lainnya mengaku peluru melesat di dekatnya di selasar sebelum guru menariknya berlindung.

Di TKP, polisi menemukan senapan pelaku di belakang sebuah mobil di sekolah. Dua pistol lainnya ditemukan di dalam sekolah. Senjata-senjata ini tercatat secara resmi milik Nancy Lanza.

Puluhan bocah usia 5-10 tahun menjadi korban tewas. Tragedi ini menjadi yang paling mematikan ke dua dalam sejarah AS setelah penembakan brutal di Kampus Virginia Tech, Blacksburg, yang menewaskan 32 orang pada 2007 silam.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
laifar
17/12/2012
kalian yang hanya bisa menghujat dan menyumpahi tidak lebih baik dari yang kalian hujat....
Balas   • Laporkan
bordur
17/12/2012
negeri yang dijejali org sakit jiwa.. masih pantaskan negeri itu jd trend setter??
Balas   • Laporkan
artstyle
17/12/2012
Janganlah kalian mensyukuri kemalangan yg menimpa orang lain. karena mungkin saja suatu saat kemalangan akan memimpa kalian sendiri. Janganlah mendikte seseorang akan kelakuannya, jika kelakuan kalian sendiri blm tentu benar. Mari berdoa untuk saudara kit
Balas   • Laporkan
apa_aja
15/12/2012
warga 'sakit' di negara 'sakit'
Balas   • Laporkan
crosssafir
15/12/2012
mulai saat ini warga usa harus mulai berfikir tentang AGAMA atau HAM yg sesungguhnya dan tidak selalu memusuhi negara2 yg benar2 beragama serta negara2 yg tidak beragama..
Balas   • Laporkan
ddavinr
15/12/2012
and then who's next, akhirnya senjata itupun membawa petaka, tuhan memberiahukan kepada kalian betapa sedihnya kehilangan orang yg kita cintai, dan pasti engkau akn merasakan yg sama jika engkau melakukan kekejian kpd sesama. tunggu saatnya!!
Balas   • Laporkan
ddavinr | 15/12/2012 | Laporkan
betul "crossafir" dia terlihat STUP*D PERSON..
crosssafir | 15/12/2012 | Laporkan
hehehe nama dibawah ini seorang mutan-x.. kamuflasenya kuno..
ahmad_ramdan | 15/12/2012 | Laporkan
mbahmu anj**ng
bukeng121
15/12/2012
Seperti itulah jika anak2 yg di bantai,seperti anak2 yg dibantai di palestina, rasakan akibatnya,hukum karma berlaku. nggak perlu hamas turun tangan,cukup rakyatnya sendiri
Balas   • Laporkan
chyposs
15/12/2012
negara yg brutal
Balas   • Laporkan
predy
15/12/2012
Seorang murid menggambarkan situasi saat itu seperti "medan perang"...dek di palestina sana ank2 sebaya kalian dh trbiasa ditembaki & dibntai tntara israel dukungan negaramu,saatnya kalian protes kpada negaramu!
Balas   • Laporkan
ahmad_ramdan | 15/12/2012 | Laporkan
mbahmu anj**ng


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com