DUNIA

Perusahaan Jerman Buat Senjata Laser Penghancur Drone

Seberapa canggih senjata ini.

ddd
Jum'at, 11 Januari 2013, 06:25
Senjata laser buatan perusahaan asal Jerman
Senjata laser buatan perusahaan asal Jerman (Rheinmetall Defense)

VIVAnews - Sebuah perusahaan pertahanan asal Jerman, Rheinmetall Defense, berhasil melakukan uji coba senjata laser yang mampu menembak jatuh dua buah pesawat nirawak (drone). Senjata ini masih terus dikembangkan dan akan dibuat lebih kecil di masa mendatang.

Seperti diberitakan BBC pekan ini, senjata laser Rheinmetall mampu menembak objek bergerak di udara di jarak lebih dari satu kilometer. Senjata dengan dua penembak laser ini mampu menembus baja beton.

Sistem senjata laser berkekuatan 50KW ini menggunakan radar dan sistem optik untuk mendeteksi dan melacak dua drone yang datang, ujar pernyataan perusahaan tersebut. Drone tersebut terbang dengan kecepatan 50 meter per detik, dan ditembak jatuh saat memasuki daerah jangkauan laser.

Radar dalam senjata bekerja menentukan lokasi target yang akan ditembak, sementara sistem optik memperbaiki keakuratan tembakan. Selain untuk menembak drone, laser ini mampu menghancurkan sebuah bola baja setebal 15mm, yang dibuat menyerupai serangan mortir.

Menurut Rheinmetall, senjata ini mampu bekerja di segala cuaca, termasuk bersalju, panas dan hujan. Hal ini telah dibuktikan dalam pengujian di beberapa waktu tersebut. Di masa depan, senjata ini bisa ditempel di kendaraan tempur dan digabungkan dengan meriam revolver 35mm.

Bukan hanya perusahaan Jerman saja yang mulai mengembangkan senjata jenis ini. Sebelumnya, perusahaan AS Raytheon memamerkan laser anti pesawat tempur berdaya 50KW pada Pameran Udara Farnborough tahun 2010. Lalu pada Juni 2012, militer Amerika Serikat menguji coba senjata laser yang bisa membakar sebuah perahu boat.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com