DUNIA

Bocah 11 Tahun Perkosa Anak 6 Tahun di Inggris

Kejadian itu bermula saat keduanya tengah bermain di pinggir kolam.

ddd
Jum'at, 25 Januari 2013, 11:35
Ilustrasi Korban Pemerkosaan
Ilustrasi Korban Pemerkosaan (istockphoto)

VIVAnews - Seorang bocah lelaki 11 tahun di Inggris memperkosa anak perempuan berusia 6 tahun di dekat rumahnya. Bocah itu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan khusus anak.

Diberitakan Daily Mail, Kamis 24 Januari 2013, bocah yang tidak disebutkan namanya itu mengakui di pengadilan telah melakukan perkosaan, pelecehan seksual dan penyerangan terhadap gadis malang itu.

Dokter keluarganya yang dihadirkan di pengadilan juga tidak menemukan adanya kelainan medis atau mental apapun yang memicu bocah itu berbuat demikian.

Tidak disebutkan secara rinci dakwaan apa yang diterima bocah asal kota Gwynedd, South Wales, ini. Dalam pembacaan laporan, disebutkan bahwa bocah dan korban tengah bermain di pinggir sebuah kolam ikan sebelum peristiwa itu terjadi.

Bocah ini tiba-tiba memaksa gadis itu untuk melakukan hubungan seks dengannya. Setelah itu, bocah bengal ini mendorong korban ke kolam yang dangkal. Kasus ini terungkap setelah korban pulang sambil menangis, dengan tubuh basah kuyup dan berlumuran lumpur.

Pengadilan atasnya ditunda hingga Maret mendatang, demi memberikan waktu hakim dan jaksa mengambil keputusan, mengingat pelaku masih belum cukup dewasa. "Kasus ini sangat sulit," kata hakim. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
lubak.mabok
26/01/2013
Anak itu masih ada hubungannya dgn Aceng Fikri, sama-sama bengalnya satoe goeroe satoe ilmoe,....wkwkwkwkwkwk
Balas   • Laporkan
yantosundari
25/01/2013
pasti pelakunya anak imigran dari timur tengah yang membawa virus peledopil yang membawa virus incest yang membawa virus kriminal
Balas   • Laporkan
meleko.matamu.cuk | 28/01/2013 | Laporkan
bukan dari timur tengah tapi oknum minoritas dari Indonesia
unggun-dahana | 28/01/2013 | Laporkan
dimana-mana sama ya menyebar virus
petrus.ajah
25/01/2013
jangan ribut biarin aja diadili dengan adil negara itu tidak lah negara komunis mereka tau yang terbaik dalam mengadili !
Balas   • Laporkan
krisusu
25/01/2013
beuh....liberalisme....unggun dahaga dan yantosundal gak komen ya....
Balas   • Laporkan
unggun-dahana | 28/01/2013 | Laporkan
weww ada yg kangen...soryy susu kmaren cuti...lg M


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com