DUNIA

Krisis Anggaran, AS Batal Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah

Tadinya, pekan ini AS akan kirim satu kapal induk dan satu kapal rudal

ddd
Kamis, 7 Februari 2013, 06:32
Kapal induk AS USS Ronald Reagan
Kapal induk AS USS Ronald Reagan (Reuters/US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class Dylan McCord/Handout)
VIVAnews - Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, terpaksa menunda pengerahan suatu gugus tugas tempur berbasis kapal induk ke Timur Tengah pada Rabu setempat karena masalah anggaran. Penundaan ini keluar beberapa jam setelah muncul peringatan bahwa masalah keuangan kini juga menjadi ancaman keamanan AS.

Menurut kantor berita Reuters, tadinya militer AS bersiap mengirim gugus tugas tempur maritim, yang terdiri dari kapal induk USS Harry S. Truman dan kapal peluncur rudal USS Gettysburg pekan ini ke Timur Tengah untuk menanggapi gejolak keamanan di kawasan itu. Namun pengerahan itu tidak bisa terlaksana karena terganjal anggaran yang belum menentu, ungkap juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), George Little.

"Menghadapi ketidakpastian anggaran, Angkatan Laut AS terpaksa membuat keputusan demikian dan ini disetujui Bapak Menteri," kata Little. "Keputusan yang bijaksana ini membuat Angkatan Laut AS bisa menyiapkan kapal-kapalnya untuk dikerahkan sesegera mungkin bilamana diperlukan untuk menanggapi gangguan keamanan nasional yang bersifat genting," lanjut Little.

Situasi itu membuat AS kini hanya bisa menempatkan satu kapal induk di perairan Timur Tengah, yang tengah bergejolak. Pengiriman gugus tugas tempur baru itu terpaksa diambil Panetta - yang bakal segera pensiun sebagai menteri paling cepat pekan ini - beberapa jam setelah dia berpidato di Universitas Georgetown, Washington DC.

Kepada para mahasiswa, Panetta menyinggung krisis anggaran di tubuh pemerintah yang kini turut mengancam keamanan nasional AS. Bila tidak segera diatasi, lanjut Panetta, Pentagon harus memotong anggaran belanja sebesar US$46 miliar dalam tujuh bulan ke depan.

Pemangkasan itu bakal berlaku mulai 1 Maret 2013 bila tidak ada keputusan berarti dari Kongres. Selain menunda sejumlah misi, Pentagon harus mengurangi personel dalam menghadapi pemangkasan anggaran itu.

"Sulit untuk dipercaya, jujur saja, bahwa Kongres berdiam diri membiarkan pertahanan, ekonomi, dan kualitas hidup Amerika menjadi rusak," kata Panetta.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
07/02/2013
Ayooo... China cepat ambil alih hegemoni Amerika, ini saatnya Asia memimpin
Balas   • Laporkan
nebraska73
07/02/2013
Biarkan ja bangsa timteng saling membantai Sam..stelah mereka punah krn kebodohan sndiri,perang salib bs dimenangkan tnpa harus brprang!
Balas   • Laporkan
nebraska73 | 07/02/2013 | Laporkan
wk wk wk banyak cow kebakaran jinggot!Cow skrng pd punya jinggut y?
romeo1 | 07/02/2013 | Laporkan
wkwkw... @nebraska, loe koplak, klo ada perang salib jilid 8 paling2 loe OMDO, mana berani loe maju... *NERD*
mas_pank | 07/02/2013 | Laporkan
kutukupret
unggun-dahana
07/02/2013
weja, ikannya arab bisa meledak...tuh bali salah satunya
Balas   • Laporkan
weja
07/02/2013
Kapal Induk AS mau nyari Ikan di Laut Timur Tengah, nyari Ikan aja jauh2 bgt yahh
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com