DUNIA

AS Tangkap Juru Bicara Osama Bin Laden

Sulaiman Abu Ghaith merupakan menantu Osama Bin Laden.

ddd
Jum'at, 8 Maret 2013, 11:47
Juru bicara Osama bin Laden, Sulaiman Abu Ghaith ditangkap oleh AS, awal Maret 2013.
Juru bicara Osama bin Laden, Sulaiman Abu Ghaith ditangkap oleh AS, awal Maret 2013. (REUTERS/HO)

VIVAnews - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membenarkan mereka berhasil menangkap pria yang diklaim sebagai juru bicara Osama Bin Laden bernama Sulaiman Abu Ghaith.

Dia berhasil ditangkap di Yordania pekan lalu, dan telah diekstradisi oleh pejabat berwenang setempat ke AS untuk diadili.

Konfirmasi ini diberikan oleh anggota Kongres AS, Peter King pada Kamis kemarin seperti dikutip BBC, Jumat 8 Maret 2013. Ghaith sendiri rencananya akan hadir di pengadilan federal pada Jumat ini, 8 Maret 2013, dengan tuduhan konspirasi membunuh warga AS.

Ghaith diketahui merupakan menantu laki-laki Bin Laden, dan berperan penting dalam menyiapkan aksi teror pada 11 September 2001.

"Sulaiman Abu Ghaith memiliki posisi kunci di al-Qaeda. Posisinya setara dengan penasihat dalam keluarga mafia, atau menteri propaganda di rezim totaliter," ujar wakil direktur FBI, George Venizelos dalam sebuah pernyataan yang dikutip BBC.

Masih menurut Venizelos, posisi Ghaith dapat mengancam keamanan AS karena dia ahli dalam menghasut musuh-musuhnya. Hal itu beralasan karena mantan guru dan pendakwah di sebuah masjid di Kuwait ini, diketahui pernah menyebarkan peringatan bahwa serangan mirip 11 September akan kembali terjadi.

Menurut data di pengadilan, Ghaith bekerja bersama Obama sejak Mei 2001 hingga 2002. Bahkan pada 12 September 2001, dia diketahui menampakkan diri bersama Bin Laden dan pimpinan tinggi al-Qaeda lainnya, Ayman al-Zawahiri. Saat itu mereka bertiga memperingatkan AS bahwa sebuah pasukan berkekuatan besar akan berkumpul untuk melawan negara Paman Sam.

Selain itu mereka juga menyerukan kepada negara Islam untuk melakukan perlawanan terhadap kaum Yahudi, Kristiani dan warga AS. Ghaith kemudian diketahui menyeledup dan bersembunyi di Iran tahun 2002.

Anggota Kongres Peter King mengaku senang dengan kerja keras yang dilakukan oleh pihak keamanan AS karena berhasil menangkap satu demi satu pucuk pimpinan organisasi al-Qaeda.

"Satu demi satu, kami berhasil mendapatkan jajaran atas eselon al-Qaeda. Saya salut dan memuji pihak keamanan AS atas usaha mereka. Usaha mereka benar-benar konsisten dan sangat sukses," ujar King bangga.

Sementara menurut beberapa pejabat penegak hukum di AS tidak setuju dengan keputusan pejabat pemerintahan Obama yang akan menyidangkan Ghaith di New York.

"Ketika kami menemukan seseorang yang begitu dekat dengan Bin Laden dan pimpinan senior al-Qaeda, menurut saya hal terakhir yang ingin kami lakukan di dunia ini adalah mengadili mereka di pengadilan sipil. Pria ini seharusnya ada di teluk Guantanamo," ujar Sentor dari Partai Republik, Lindsey Graham, Kamis kemarin.

Tetapi pendapat Graham itu, menurut pejabat senior di pemerintahan Obama, bertentangan dengan kebijakan Obama yang berniat untuk menutup Guantanamo. "Pejabat berkuasa sekarang ingin menutup Guantanamo dan bukan menambah jumlah narapidana ke sana," ungkap pejabat tersebut.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gorilazzz
19/08/2013
"mereka juga menyerukan kepada negara Islam untuk melakukan perlawanan terhadap kaum Yahudi, Kristiani dan warga AS" Coba umat Muslim yang waras ane mau tanya nih.. Apakah Nabi Muhammad SAW mengajarkan demikian??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com