DUNIA

Ribuan Bangkai Babi Mengambang di Sungai

Warga takut air sungai tersebut jadi tercemar saat dikonsumsi.

ddd
Selasa, 12 Maret 2013, 06:19
Petugas di Shanghai membersihkan bangkai babi di sungai
Petugas di Shanghai membersihkan bangkai babi di sungai ( REUTERS/Stringer )

VIVAnews - Lebih dari 1.000 bangkai babi ditemukan dalam dua hari pekan kemarin di Shanghai, mengambang di Sungai Huangpu. Publik takut air sungai tersebut tercemar saat diminum.

Sabtu pekan lalu, ada 900 bangkai babi mengambang di sungai ini. Sehari setelahnya, sebanyak 300 mayat babi terlihat menumpuk. Petugas kebersihan masih berjuang keras memusnahkan bangkai-bangkai babi yang telah membusuk itu.

Babi-babi mati ini pertama kali ditemukan pada Kamis minggu lalu, ketika seorang pengguna Internet dengan ID akun shaolinsidezhu1986 memajang foto bangkai babi di dunia maya. Dalam foto itu, setidaknya ditemukan tujuh bangkai babi mengambang di sungai.

"Ini adalah air yang kita minum. Di daerah konservasi air, bangkai hewan mati dapat dengan mudah ditemukan," ujarnya, seperti dilansir China Daily, Senin 11 Maret 2013.

Menurut pengguna Internet lainnya, kasus semacam ini bukan kali pertama terjadi di China. Bahkan salah seorang warga distrik Songjiang menduga bangkai babi itu dibuang ke sungai dengan sengaja oleh para petani dari daerah lainnya.

"Bisa saja bangkai babi itu terbawa arus sungai dari aliran yang ada di atasnya," ujar warga tersebut.

Namun pemerintah Distrik Songjiang, Shanghai, tempat sungai Huangpu berada, masih berpendapat air sungai tetap bersih dari pencemaran walaupun kembali ditemukan bangkai babi.

Demi memastikan air tersebut tetap aman dikonsumsi, pemerintah setempat terus memantau air sungai dari dekat dan melakukan pengujian terhadap bakteri e.coli yang kemungkinan dikandung air sungai tersebut.

Hasilnya Komite Pertanian Shanghai mengatakan tidak ada laporan yang masuk ke pihaknya mengenai wabah epidemi di kota itu. Namun warga sekitar mengaku tetap cemas terhadap keamanan kualitas air.

"Apakah air ini masih dapat diminum setelah bangkai babi ditemukan di sungai itu? Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melakukan investigasi menyeluruh dan menyediakan air yang aman bagi warga," ujar salah satu warga, Liu Wanqing (60) kepada China Daily, Senin.

Lahan terbatas


Menurut laporan media setempat dari organ telinga bangkai babi yang ditemukan, menunjukkan babi itu berasal dari Jiaxiang dan Pingu, Provinsi Zhejiang.

Harian Jiaxiang menyebut di desa tersebut diperkirakan terdapat 1.400 kepala keluarga yang beternak babi. Akibat banyaknya populasi babi di daerah itu, bakteri berkembang dengan mudah sehingga banyak babi yang sakit lalu mati.

Namun karena tidak banyak lahan untuk mengubur babi-babi itu, maka penduduk setempat memilih membuang bangkai mereka ke sungai. Data yang diperoleh Jiaxiang mencatat pada bulan Januari sebanyak 10.078 babi mati. Sementara pada Februari ditemukan 8.326 babi yang mati di desa itu.

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com