DUNIA

AS Tingkatkan Pertahanan Rudal Terhadap Korut, China Meradang

Langkah ini dilakukan menyusul ancaman nuklir dari Korea Utara.
Selasa, 19 Maret 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Sistem pertahanan rudal milik Jepang di Tokyo

VIVAnews - Pemerintah China mengkritik keras rencana Amerika Serikat meningkatkan pertahanan rudal mereka terhadap Korea Utara. Menurut China, rencana AS itu terlalu riskan dan mengancam stabilitas kawasan.

"Masalah pertahanan anti rudal ini akan berpengaruh pada keseimbangan dan stabilitas regional serta global. Hal ini juga akan berdampak pada kepentingan strategis antarnegara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, dilansir Reuters, Senin 18 Maret 2013.

Pernyataannya ini disampaikan menyusul pengumuman Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel Jumat pekan lalu yang mengatakan bahwa negaranya akan meningkatkan sistem pertahanan rudal di Alaska dan California.

Rencananya, AS akan menambah 14 lagi sistem anti rudal di dua wilayah sehingga berjumlah total 44 buah dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini dilakukan AS untuk menjawab ancaman Korea Utara pasca negara tersebut dijatuhi sanksi yang lebih berat oleh PBB terkait dua kali uji coba roket yang mereka lakukan. Korut bersikeras akan tetap mengembangkan senjata nuklir dan mengancam menyerang AS dan sekutunya Korea Selatan.

Selain meningkatkan pertahanan rudal, AS juga diketahui telah mengirimkan kapal pertahanan angkatan laut anti rudal balistik mereka ke Semenanjung Korea. Di luar itu, AS juga memiliki pertahanan rudal Patriot di Korea Selatan. Sekutu AS lainnya di kawasan, Jepang, juga telah mengembangkan sistem pertahanan rudal mereka sendiri.

Menurut Hong, AS menempuh cara yang salah dalam menyingkapi ancaman Korut. Dia meyakini, untuk meningkatkan keamanan dan masalah proliferasi nuklir haruslah dilakukan dengan jalur diplomatis. Selain itu, kata Hong, dengan cara ini AS mencoba memperburuk citra Korut dan tidak akan mencapai solusi atas permasalahan yang ada.

"China berharap negara-negara terkait akan melakukan langkah berdasarkan nilai perdamaian dan stabilitas, mengambil sikap yang bertanggung jawab dan bijaksana," kata Hong. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found