DUNIA

Kemlu RI Himbau WNI di India Hindari Tempat Rawan

Kasus perkosaan terhadap warga asing di India meningkat.

ddd
Selasa, 26 Maret 2013, 15:25
Demo massa menentang perkosaan di India
Demo massa menentang perkosaan di India (REUTERS/Adnan Abidi/Files)
VIVAnews - Kasus perkosaan dan pelecehan seksual yang marak di India, yang sebagian menimpa warga asing, membuat beberapa negara mengeluarkan himbauan atau bahkan travel warning bagi warganya. Indonesia tidak sampai mengeluarkan peringatan berkunjung, namun tetap menghimbau WNI agar waspada.

"Ini peristiwa yang kasuistik dan tidak hanya terjadi di India. Tetapi kami tetap mengingatkan warga kita agar menghindari tempat-tempat yang rawan," kata juru bicara Kemlu Michael Tene saat dihubungi VIVAnews, Selasa 26 Maret 2013.

Menurutnya, Kementerian Luar Negeri RI menganggap India masih cukup aman untuk dikunjungi WNI. Inilah sebabnya sampai saat ini Indonesia tidak mengeluarkan travel warning atau travel advisory bagi WNI di India.

Tene juga menambahkan bahwa pihaknya belum menerima laporan adanya WNI yang terlibat tindak kriminal atau menjadi korban pelecehan seksual di India. "Kami juga belum terima adanya laporan mengenai WNI yang terlibat tindakan kriminal atau menjadi korban tindak pelecehan seksual di sana," ujar Tene.

Kasus perkosaan terhadap turis marak beberapa pekan belakangan ini di India. Seorang turis wanita asal Swiss diperkosa beramai-ramai di saat berkemah di hutan Madhya Pradesh awal bulan ini. Minggu lalu, turis asal Inggris terpaksa lompat dari balkon lantai dua kamarnya di Agra karena takut hendak diperkosa pemilik hotel.

Kasus terbaru, seorang mahasiswi asal Korea Selatan dilecehkan di dalam sebuah bus sebelum dikejar oleh segerombolan berandalan di Kolkata.

Beberapa negara sudah mengeluarkan peringatan berkunjung ke India, di antaranya adalah Inggris, Amerika Serikat dan Swiss. Kemlu Inggris dalam situsnya menghimbau warganya yang wanita untuk ekstra hati-hati ketika bepergian seorang diri dengan menggunakan angkutan umum, taksi atau bajaj, khususnya di malam hari.

"Laporan kasus penyerangan seksual terhadap wanita dan remaja putri meningkat di India. Terutama di wilayah pariwisata dan beberapa kota. Turis Inggris telah menjadi korban di Goa, Delhi, Bangalore dan Rajashtan," tulis peringatan pemerintah Inggris.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com