DUNIA

Korut Nyatakan Memasuki 'Keadaan Perang' dengan Korsel

Pernyataan ini tak digubris oleh Korsel dan sekutunya, AS.
Minggu, 31 Maret 2013
Oleh : Lutfi Dwi Puji Astuti
Pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong-un, berbicara di dekat sejumlah tentara dalam sebuah foto tak bertanggal di sebuah lokasi yang tak diketahui di Korea Utara

VIVAnews- Korea Utara (Pyongyang) mengatakan negaranya sedang memasuki "keadaan perang" dengan Korea Selatan. Namun, pemerintah Korea Selatan dan sekutunya, Amerika Serikat, memandang sebelah mata pernyataan negara komunis tersebut.

Pernyataan ini diungkapkan Korea Utara pada Sabtu, 30 Maret 2013. Korea Utara juga mengancam akan menutup perbatasan zona industri dengan Korea Selatan.

Seperti diberitakan Reuters, Amerika Serikat mengatakan Korea Utara sudah terlampau sering melontarkan pernyatan seperti itu. Adapun Rusia, yang juga merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Ketegangan antara Korea Utara dan Selatan belakangan semakin memanas sejak pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan uji coba nuklir ketiga pada bulan Februari lalu. Tindakan ini melanggar permintaan PBB agar manuver itu tidak dilakukan.

"Sejak saat itu, hubungan Utara-Selatan akan memasuki keadaan perang dan semua isu yang diangkat antara Utara dan Selatan akan ditangani sesuai kondisi perang," kata pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

KCNA mengatakan pernyataan itu dirilis bersama-sama oleh pemerintah Korea Utara, partai yang berkuasa, dan organisasi lainnya.

Sama seperti Amerika, Seoul mengatakan tak ada dari pernyataan terbaru Korea Utara yang perlu ditakutkan. Hal ini tidak akan membunyikan alarm menereka.

"Pernyataan Korea Utara ini bukanlah ancaman baru, tapi merupakan kelanjutan dari ancaman provokatif mereka," kata Kementerian Unifikasi Utara, yang menangani hubungan politik Korea Selatan dengan Korea Utara, dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Jumat, Kim menandatangani perintah menempatkan unit rudal Korut pada posisi siaga untuk menyerang pangkalan militer AS di Korea Selatan dan Pasifik. Perintah ini dikeluarkan setelah pesawat pengebom "siluman" B-2 Spectre Amerika Serikat melakukan latihan terbang di Korea Selatan.

Korea Utara dan Selatan secara teknis telah berada dalam keadaan perang sejak menyepakati gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953. Meskipun Korea Utara sering melontarkan ancaman, beberapa kalangan meyakini Korea Utara berisiko kalah jika nekat berperang. Hingga kini, pejabat Korea Selatan mengatakan tidak ada tanda-tanda aktivitas yang tidak biasa di militer Korut untuk menunjukkan agresinya semakin dekat. (kd)

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found