DUNIA

Dari Panci Presto, FBI Telusuri Pelaku Bom Boston

FBI akan mencari tahu penjual dan pembeli panci tersebut.

ddd
Kamis, 18 April 2013, 10:00
Bom panci presto di Boston
Bom panci presto di Boston (REUTERS)

VIVAnews - Penyidik FBI tengah menelusuri pelaku pengeboman dari bom yang dia gunakan, yaitu panci presto berisikan mesiu. Dari benda ini, diharapkan identitas pelaku bisa segera diketahui.

Diberitakan Daily Mail, Rabu 17 April 2013, penyidik menemukan fakta bahwa bom panci presto itu melontarkan paku, lempengan besi, dan bola bearing di dalamnya hingga 1 kilometer per detik. Ini terbukti dari ditemukannya tutup panci di atap gedung enam tingkat yang jaraknya lebih dari 30 meter dari lokasi.

Dalam penyelidikan, diketahui panci itu buatan perusahaan Spanyol, Fagor, berkapasitas enam liter. Panci jenis ini terjual 50.000 buah di AS setiap tahunnya, menurut data New York Times.

Penemuan ini membuat FBI kembali mengerucutkan daftar sasaran mereka. FBI akan menelusuri mulai dari distributor panci tersebut untuk mengetahui penjual dan pembelinya. Jenis-jenis paku-paku, baut dan bola bearing dalam panci juga akan ditelusuri pembuatan dan pembeliannya. 

Pada penyelidikan awal, terkuak bahwa bom ini tidak sesederhana kelihatannya. Bom memiliki detonator baterai dan papan sirkuit dengan jalinan yang rumit.

"Sepertinya ini dibuat dari nol dengan mekanisme pemicu yang rumit. Semua bom adalah bahan mentah, tapi yang membuatnya canggih adalah sistem pemicunya," kata salah seorang agen FBI.

Kendati demikian, namun formula mesiu memiliki daya ledak rendah. Para ahli mengatakan, ini terbukti dari warna asap yang keluar pada ledakan, yaitu kuning. Bom militer biasanya asapnya hitam atau abu-abu.

FBI kini tengah memburu pria kulit putih yang diduga pelaku peledakan. Pria ini mengenakan topi putih terbalik. Tersangka sempat menggunakan telepon genggam di mall Lord and Taylor dekat lokasi sebelum beraksi.

FBI juga akan memeriksa catatan penggunaan telepon pada jam tersebut serta mendata pemilik telepon genggam di lokasi. Pelaku diduga beraksi seorang diri. Hingga saat ini, belum ada orang yang ditahan. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com