DUNIA

Polisi: Pelaku Bom Boston Mati Dilindas Adiknya

Polisi melacak mereka dari mobil yang dibajak.

ddd
Senin, 22 April 2013, 14:07
Tamerlan Tsarnaev, pelaku pengeboman bom Boston
Tamerlan Tsarnaev, pelaku pengeboman bom Boston (Daily Mail)

VIVAnews - Kepolisian Boston mengungkapkan fakta baru terkait kematian seorang pelaku bom Boston, Tamerlan Tsarnaev. Menurut laporan polisi, Tamerlan mati akibat dilindas mobil oleh adiknya sendiri, Dzhokhar, setelah baku tembak di kota Watertown.

Hal ini disampaikan oleh kepala polisi Watertown Ed Deveau kepada Boston Globe, Minggu 21 April 2013. Deveau menceritakan kronologi baku tembak di Watertown yang menewaskan Tamerlan tersebut.

Menurutnya, insiden itu dimulai pada Kamis malam saat petugas mendapat laporan pembajakan mobil. Pengemudi dibiarkan selamat, namun telepon seluler pemilik mobil masih ada di dalam, memungkinkan polisi melacak sinyalnya.

Dia mengatakan, kedua kakak beradik ini menggunakan dua mobil, sedan Honda Civic dan mobil Mercedes SUV yang mereka bajak. Saat dicegat polisi, keduanya menembaki, terjadilah baku tembak kedua kubu. Deveau berkata, mungkin ada sekitar 200-300 peluru yang ditembakkan kala itu.

"Enam orang polisi Watertown baku tembak dengan dua penjahat," kata Deveau.

Menurut kesaksian warga setempat, selain bunyi tembakan, terdengar juga beberapa ledakan yang bisa mengguncangkan rumah. Tidak lama, polisi dalam jumlah besar telah memadati jalan tersebut, bertempur.

Tamerlan yang menggunakan mobil Honda menembaki polisi sampai pelurunya habis. Kehabisan amunisi, polisi lantar meringkusnya. Saat berusaha diborgol, Dzhokhar yang mengendarai Mercedes SUV datang ingin melindas para polisi. Sontak, polisi berlarian namun kakaknya tergilas dan terseret.

Dzhokhar keluar dari mobil dan lari. Tamerlan langsung dilarikan ke rumah sakit Beth Israel, namun nyawanya tidak tertolong. Dalam foto otopsi yang bocor ke media, terlihat pada mayat Tamerlan ada bekas luka memar merah dari dada hingga kepala.

Dzhokhar tertangkap setelah dilakukan operasi besar-besaran di Watertown selama seharian Jumat pekan lalu. Dia terluka tembak, namun secara umum kondisinya masih stabil. Dia akan segera diinterogasi setelah benar-benar dinyatakan sehat.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ainkthea
23/04/2013
HOAX!!!! pintar bener mereka memutarbalikkan fakta, yg jelas itu kerjaan polisi yahudi, keterangan diatas masih blm bisa membuktikan klo sang adik tega membunuh kakaknya sendiri, kalau mau bukti yg nyata coba putar ulang rekaman yg ada di mobil polisi itu
Balas   • Laporkan
cincau | 23/04/2013 | Laporkan
ngemeng aja lu
audiotherapy
22/04/2013
BERITANYA BERGANTI2 YG BENAR YG MANA
Balas   • Laporkan
gondes
22/04/2013
Ini namanya kuwalat, kematian yg tragis spt nya itulah hukuman dari Allah kpd teroris yg membunuh orang tak berdosa. Semoga kejadian itu bisa menyadarkan kita semua bahwa ga ada gunanya berbuat jahat dan setiap kejahatan thd umat manusia ada hukumannya.
Balas   • Laporkan
edwin tedjo
22/04/2013
ya... silahkan saja menilai sesuai dengan kemampuan masing-masing, cuma saya saran kan berfikir cerdas memberi kesimpulan dengan data kuat. Di US sendiri kasus ini menjadi perdebatan sengit, masing-masing mengeluarkan bukti dan data. KITA?????????????
Balas   • Laporkan
wong.jogja
22/04/2013
saya sebenarnya tidak mau berprasangka jelek terhadap salah satu kelompok / agama tertentu, tapi kenapa kejadiannya seperti ini lagi ya?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com