DUNIA

Radikalisme Pelaku Bom Boston Diduga Ditanamkan Ibunya

Ibunya kerap mengundang ulama radikal untuk berceramah.

ddd
Selasa, 23 April 2013, 13:54
Tamerlan Tsarnaev (bayi) dan ibunya (tengah)
Tamerlan Tsarnaev (bayi) dan ibunya (tengah) (REUTERS/Courtesy of Suleimanova family/Handout )
VIVAnews - Salah satu pelaku bom Boston yang tewas, Tamerlan Tsarnaeva, diduga berubah menjadi radikal akibat pengaruh sang ibu, Zubeidat Tsarnaeva, 46. Menurut kesaksian sang paman, Ruslan Tsarni, ibunya menanamkan pemahaman radikal pada dua anaknya melalui seorang ulama ekstrem.

Dilansir laman Dailymail, Selasa 23 April 2013, Ruslan menyebut perkenalan kedua kakak beradik itu dengan radikalisme ketika Zubeidat mengundang seorang yang mengaku ulama asal Armenia bernama Misha. Zubeidat kerap memanggil ulama mualaf ini datang ke rumah mereka untuk memberikan ceramah kepada Tamerlan.

Menurut Ruslan, ulama itu mengklaim dirinya dapat berkomunikasi dengan setan dan mengusir roh jahat. Sementara ayah mereka, Anzor, tidak kuasa mencegah karena dia takut pada istrinya. Bahkan tahun 2007, Anzor, kata Ruslan, mendapati ulama tersebut berada di rumahnya pada tengah malam.

"Yang dibicarakan ustad itu selalu sama, mengenai Tuhan dan bagaimana dia mampu berbicara dengan setan. Anzor akhirnya meminta ustad itu angkat kaki dari rumah mereka, tetapi Zubeidat malah menyuruh suaminya itu diam karena sang ustad sedang memberikan wejangan kepada putranya," ungkap Ruslan.

Mulai saat itulah menurut Ruslan, Tamerlan mulai berubah menjadi radikal dan kerap mendatangi rumah ulama tersebut. Ruslan mengaku pernah mewanti-wanti Tamerlan untuk berhati-hati dan menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya.

"Tetapi hal itu malah tidak digubris oleh Tamerlan," kata Ruslan menyayangkan sikap keponakannya itu.

Ruslan mengatakan terakhir kali berkomunikasi dengan keponakannya itu tahun 2009 lalu. Ketika berkomunikasi lagi dengan Tamerlan, Ruslan merasa keponakannya itu sudah banyak berubah. Dia tidak lagi kuliah di Bunker Hill Community College dan tidak bekerja.

"Dia telah merubah pandangan hidupnya dan telah memilih jalan Tuhan. Dia mengatakan telah berada di jalan jihad," ujar Ruslan menirukan kalimat Tamerlan kala itu.

Tanpa pengawasan dari pamannya, Tamerlan semakin bertambah radikal. Bahkan secara pribadi merasa marah terhadap dunia ini. Tamerlan bahkan menularkan radikalisme ini pada adiknya Dzhokhar. Keduanya lantas melakukan pengeboman di Boston Marathon pekan lalu, yang menewaskan tiga orang dan melukai ratusan orang lainnya.

Saking dekatnya hubungan ibu dan anak ini, Tamerlan lebih memilih menghubungi Zubeidat sebelum ajal menjemputnya. Dalam keadaan terluka parah dia masih sempat menghubungi Zubeidat dan mengatakan polisi sedang mengejar dan menembaki mereka.

"Aku mencintaimu Mama," ujar Tamerlan sebelum dia menutup telepon dan tewas di Watertown pada Jumat dini hari pekan lalu. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
edwin tedjo
24/04/2013
Ibunya kerap mengundang ulama ekstreme... ... "ulama itu mengklaim dirinya dapat berkomunikasi dengan setan dan mengusir roh jahat." HAHAHAHAHAHA..... gw cuma bisa ngakak masa wartawan bisa berkesimpulan ulama extreme cm krn ngusir setan!!!????
Balas   • Laporkan
kolonel
24/04/2013
"Yang dibicarakan USTAD itu selalu sama, mengenai Tuhan dan bagaimana dia mampu berbicara dengan setan" dikutip dr atas paragraph 4. Apa iya benar seorang Ustad bisa berbicara dengan Setan? apakah itu tidak namanya bermain dengan API?
Balas   • Laporkan
nebraska73
24/04/2013
tiap agama punya banyak aliran...buat islam aliran yg trbaik cuma nu dan muhamadiyah krn punya smangat tepo sliro(karakter asli indonesia)dn mereka tak ngotot diterapkan sariah islam!tetap pancasilais sejati!
Balas   • Laporkan
berjenggot
23/04/2013
Semoga amal ibadahnya diterima, dan sang "pengantin" yg telah hidup mulia dan mati syahid ini mendapat apa yg telah disepakati
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
23/04/2013
Hari gini masih bicara sorga...emang ada???? itu hanya kamuflase saja...nihhh neraka sudah di depan mata, besok BBM mau naik.....harga2 juga naik..Welcome to Hell ..ini baru realita
Balas   • Laporkan
safiyah
23/04/2013
selamat menikmati bidadari cantik dan gadis remaja yg sebaya di surga...heheh kalau beneran ...
Balas   • Laporkan
wawakiy
23/04/2013
klo agama disalah gunakan kyk gini, mending gak usah pakek agama, tapi bisa mikir kayak dijalan agama, perbuatan tidak merugikan orang lain, klo gini, ngakunya pasti dapet surga, duniawi bantai manusia, emang Tuhan janjiin surga buat perilaku gitu ?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com