DUNIA

Muslim AS Kecewa Dalang Bom Boston dari Komunitas Islam

"Mereka khawatir, fenomena islamophobia kembali muncul."

ddd
Rabu, 24 April 2013, 06:01
Tamerlan Tsarnaev (kiri), 26, dan adiknya Dzhokhar Tsarnaev, 19, pelaku pengeboman Boston.
Tamerlan Tsarnaev (kiri), 26, dan adiknya Dzhokhar Tsarnaev, 19, pelaku pengeboman Boston. (REUTERS/The Sun of Lowell, MA/FBI/Handout )
VIVAnews - Komunitas Muslim di Amerika Serikat terus berdoa dan berharap pelaku peledakan bom Boston yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 170 orang lainnya bukan pemeluk Islam.

Mereka sempat lega, karena berdasarkan foto yang dirilis agen biro penyelidik federal (FBI) menyebut pelaku berasal dari kalangan kulit putih. 

Namun, Ketua Nahdatul Ulama di Amerika Utara, Shalahudin Kafrawi, usai menemani kunjungan Senator AS, Christopher S. Kit Bond ke PBNU, Jakarta, Selasa 23 April 2013, mengatakan, harapan itu termentahkan dengan fakta pelaku berasal dari etnis Chechnya yang notabene merupakan kaum muslim.

"Mereka khawatir, fenomena Islamophobia kembali muncul sama seperti ketika terjadi tragedi kemanusiaaan 11 September 2001," ujar Shalahudin kepada VIVAnews

Dengan terkuaknya latar belakang identitas kedua bersaudara Tsarnaev sebagai pemeluk Islam, membuat perjuangan komunitas muslim AS untuk menepis anggapan dan stigma negatif terhadap mereka menjadi kembali ke titik nol.

Padahal, menurut Shalahudin, sempat ada kemajuan dan perubahan pandangan publik AS terhadap Islam setelah peristiwa 11 September berlalu. 

"Kemajuan itu terlihat ketika publik dan pejabat AS sangat berhati-hati sekali dan tidak mudah mengasumsikan dalang di balik aksi pengeboman itu," kata pria yang telah bermukim di AS sejak tahun 1998.

Reaksi yang ditunjukkan oleh publik dan pejabat tinggi AS ini, kata Shalahudin, sempat membuat lega dan senang teman-temannya sesama akademisi yang berasal dari komunitas muslim.

Kendati begitu, dia akhirnya meminta warga NU untuk menyikapi secara berhati-hati semua respon publik AS, usai pengungkapan identitas pelaku bom Boston. NU di Amerika pun turut mengutuk aksi pengeboman di Jalan Boylston yang menewaskan tiga orang pada Senin pekan lalu. 

Mereka juga berharap pemerintah AS ikut memberikan perlindungan kepada pelaku serta keluarganya dari tindakan pelabelan yang mungkin terjadi usai polisi mengungkap identitas mereka. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
babi-ngepet
24/04/2013
Ketika nama baik Islam di kotori oleh Terorisme berkedok Agama Islam, ya harus di bersihkan dong.misalnya teroris itu bukan islam, teroris haram, jihad ala teroris salah, yang bersihin ya Islam sendiri, tapi kalau dukung, jgn salahkan publik jd Phobia isl
Balas   • Laporkan
safiyah
24/04/2013
kata murid yesus,darimana kita dapat membedakan suatu ajaran berasal dari Allah atau bukan...lalu kata Yesus kepadanya,dari buahnya kamu dapat mengenal pohonnya...pohon yang baik akan menghasilkan buah yg baik...
Balas   • Laporkan
nebraska73
24/04/2013
diam dn dengarkan!diseluruh indonesia raya saat ini tlah trpasang jutaan bom,dn sebentar lagi meledak,mlumat,dn mnghancurkan ibu pertiwi....BOM SARA!
Balas   • Laporkan
ironhide
24/04/2013
@danibencong1 : Maksudnya lo ap ya? Bahasa lu ketinggian..
Balas   • Laporkan
danilanang1
24/04/2013
serigala berbulu domba, selamanya tidak bisa serigala menjadi domba, serigala tetap buas dan ingin membinasakan, dikasih hati minta jantung
Balas   • Laporkan
calm | 24/04/2013 | Laporkan
ha..ha.. ada yg takut kalo banyak yg murtad.
bahasyir | 24/04/2013 | Laporkan
masa murtad cuma gara-gara sembako gan? keimanannya setipis sembako dunk. ah, agan ni melecehkan diri sendiri...
meleko.matamu.cuk | 24/04/2013 | Laporkan
sekrang musimnya domba berbulu ayam mang.ngasih sembako yg ujung2nya bikin org murt*d


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com